SOLOBALAPAN.COM - Ketika membayangkan Islandia, banyak orang mungkin langsung teringat pada gunung berapi, gletser, aurora, atau pemandian air panas. Namun, bagi warga Reykjavík, panas yang berasal dari dalam bumi bukan hanya menjadi bagian dari tempat wisata.
Energi panas bumi atau geothermal energy telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari di ibu kota Islandia tersebut.
Panas dari bawah permukaan bumi dimanfaatkan untuk menyediakan air panas dan menghangatkan bangunan, membuat Reykjavík memiliki sistem kehidupan kota yang cukup berbeda dibandingkan banyak kota lain di dunia.
City of Reykjavík mencatat bahwa energi panas bumi mulai dimanfaatkan untuk pemanas sentral di kota tersebut sejak 1930.
Penggunaan energi panas bumi di Reykjavík tentu tidak bisa dilepaskan dari kondisi geografis Islandia. Negara kepulauan ini berada di kawasan yang aktif secara geologis sehingga memiliki sumber panas bumi yang melimpah.
Panas tersebut kemudian dimanfaatkan melalui sistem energi dan jaringan pemanas yang menyalurkan air panas untuk digunakan masyarakat.
Baca Juga: Berapa Total Harta Kekayaan Akhmad Sodiq Rektor Unsoed di LHKPN? Terjaring OTT KPK
Menurut informasi dari City of Reykjavík, seluruh rumah di Reykjavík dan kota-kota sekitarnya kini dipanaskan menggunakan energi panas bumi.
Sebelumnya, pemanas rumah di Islandia bergantung pada bahan bakar seperti batu bara dan minyak. Namun, pemanfaatan energi panas bumi secara bertahap mengubah cara masyarakat memenuhi kebutuhan pemanas, terutama di negara dengan musim dingin yang panjang dan suhu yang rendah.
Hal yang menarik, panas bumi di Reykjavík tidak hanya digunakan untuk membuat rumah tetap hangat. Air panas dari sumber geothermal juga menjadi bagian dari sistem penyediaan air panas bagi masyarakat.
Dalam laporan Reykjavík Energy, sekitar 99 juta meter kubik air panas diproduksi pada 2023. Sebagian air tersebut berasal dari sumber panas bumi bersuhu rendah, sementara sebagian lainnya merupakan air dingin yang dipanaskan menggunakan energi dari pembangkit geothermal di kawasan Hengill sebelum digunakan terutama untuk kebutuhan pemanasan di wilayah metropolitan Reykjavík.
Pemanfaatan tersebut membuat energi panas bumi terasa sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Ketika seseorang menyalakan pemanas di rumah atau menggunakan air panas, ada kemungkinan energi yang digunakan berasal dari panas alami yang tersimpan jauh di bawah permukaan bumi.
Baca Juga: Hustle Culture: Si Paling Sibuk Dan Paling Produktif
Sistem pemanas distrik ini juga menjadi bagian penting dari infrastruktur kawasan ibu kota Islandia. Veitur Utilities, perusahaan utilitas yang menangani sistem tersebut, mengoperasikan jaringan pemanas distrik terbesar di kawasan ibu kota.
Jaringan yang mereka kelola menyediakan layanan pemanas ruangan dan air panas bagi sebagian besar penduduk di wilayah layanan mereka.
Bahkan, penggunaan energi panas bumi di Reykjavík dapat ditemukan di tempat-tempat yang mungkin tidak langsung terpikirkan.
Salah satunya adalah kolam renang. City of Reykjavík mencatat bahwa panas bumi digunakan untuk memanaskan berbagai kolam renang luar ruangan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat kota. Pemanfaatan energi geothermal juga digunakan untuk sistem pencairan salju dan berbagai kebutuhan lainnya.
Di kawasan Laugardalur, misalnya, energi panas bumi memiliki sejarah panjang. City of Reykjavík menjelaskan bahwa area tersebut memiliki sumber air panas, termasuk kawasan yang dahulu digunakan masyarakat Reykjavík untuk mencuci pakaian menggunakan kolam air panas.
Kini, Laugardalur berkembang menjadi salah satu pusat kegiatan olahraga dan rekreasi di kota tersebut.
Pemanfaatan panas bumi juga bisa dilihat di Nauthólsvík, sebuah kawasan pantai geothermal di Reykjavík.
Baca Juga: Maximum Blazz Kembali Hadir Di Lokananta Solo, Panggung Bagi Musisi Musik Keras
Berbeda dengan pantai yang identik dengan air laut dingin, kawasan ini memiliki fasilitas pemandian dan laguna yang memanfaatkan air panas dari sistem geothermal kota.
Panas tersebut membantu menciptakan pengalaman mandi yang berbeda di negara yang dikenal memiliki iklim dingin.
Namun, pemanfaatan energi geothermal bukan berarti sumber panas bumi dapat digunakan tanpa batas. Reykjavík Energy dan Veitur juga menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.
Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan utilitas tersebut bahkan mengingatkan masyarakat bahwa air panas geothermal bukanlah sumber daya yang tidak terbatas dan penggunaannya perlu dikelola dengan baik, terutama ketika kebutuhan pemanas meningkat pada musim dingin.
Hal ini terlihat ketika permintaan air panas meningkat pada musim dingin. Dalam laporan 2023, Veitur menyebut bahwa pasokan air panas diprioritaskan untuk pemanas rumah ketika terjadi beban tinggi.
Pada Januari 2023, beberapa konsumen besar, termasuk kolam renang dan laguna, harus mengalami pengurangan pasokan agar kebutuhan pemanasan rumah tetap menjadi prioritas.
Menariknya, pemanfaatan energi panas bumi di Reykjavík juga terus berkembang dengan pendekatan teknologi baru. Reykjavík Energy mengoperasikan pembangkit geothermal Hellisheiði dan Nesjavellir yang menghasilkan listrik serta panas.
Namun, proses pembangkitan energi geothermal tetap dapat menghasilkan emisi tertentu karena uap dari dalam bumi mengandung gas seperti karbon dioksida dan metana. Karena itu, perusahaan tersebut mengembangkan teknologi CarbFix untuk menangkap dan memineralisasi karbon dioksida secara permanen.
Hal tersebut menunjukkan bahwa cerita energi panas bumi di Reykjavík tidak sesederhana “energi alami yang sepenuhnya tanpa dampak”.
Pemanfaatannya tetap membutuhkan jaringan distribusi, pengelolaan sumber daya, pemeliharaan infrastruktur, serta teknologi untuk mengurangi dampak lingkungan.
Meski begitu, energi panas bumi tetap menjadi salah satu alasan mengapa Reykjavík memiliki karakter yang berbeda. Di kota lain, pemanas rumah mungkin bergantung pada gas atau listrik dari berbagai sumber energi.
Namun, di Reykjavík, panas yang berasal dari aktivitas alami bumi telah menjadi bagian dari sistem yang membantu menghangatkan rumah dan menyediakan air panas bagi masyarakat selama puluhan tahun.
Mungkin inilah salah satu fakta paling menarik tentang Reykjavík. Di tengah kota modern dengan gedung, jalan, dan kehidupan perkotaan, ada hubungan yang sangat langsung antara kehidupan manusia dengan kondisi alam di bawah tanah.
Panas dari dalam bumi bukan hanya menjadi pemandangan berupa geyser atau kolam air panas bagi wisatawan. Di Reykjavík, energi tersebut benar-benar mengalir menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. (Luthfiana Sekar)
Editor : Kabun TriyatnoSumber : City of Reykjavík