SOLOBALAPACOM — Fenomena jajan hemat lewat voucher makan digital di platform TikTok kian marak digandrungi generasi muda di Indonesia belakangan ini, sekaligus mengubah pola pemasaran bisnis kuliner lokal secara masif.
Niat awal yang hanya sebatas membaca linimasa atau scrolling di For You Page (FYP) di tiktok kini sering kali berujung pada keputusan jajan yang instan. Di tengah gaya hidup serba cepat, Gen Z selalu berburu cara praktis agar tetap bisa nongkrong dan berwisata kuliner tanpa bikin dompet jebol.
Voucher diskon digital hadir menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut, hingga para anak muda mencoba atau bahkan selalu menggunakan kesempatan ini.
Baca Juga: Gemar Ngopi dan Berselancar di Media Sosial, Gaya Hidup Gen Z Ikut Memutar Roda Ekonomi
Proses transaksinya dirancang sangat praktis. Pengguna cukup klik tautan promo yang disematkan pada video rekomendasi, memilih lokasi serta paket makanan, lalu menuntaskan pembayaran lewat dompet digital. Saat tiba di kedai kopi atau restoran tujuan, pembeli tinggal menunjukkan kode barcode ke petugas kasir untuk ditukarkan dengan hidangan yang dipesan.
Kemudahan akses inilah yang memicu tingginya transaksi impulsif di lapangan. Itulah alasan fenomena ini semakin berkembang, Karna selain lebih hemat juga lebih praktis dalam bertransaksi.
Baca Juga: Kebiasaan yang Kelihatan Sepele tapi Bikin Keuangan Gen Z Berantakan
Peran food vlogger dan kreator konten lokal menjadi kunci utama melejitnya tren ini. Alih-alih menyajikan iklan kaku, mereka mengemas ulasan makanan lewat visual yang menggugah selera dan gaya tutur santai. Strategi ini terbukti jitu menjaring pembeli baru bagi UMKM kuliner yang sebelumnya sepi pengunjung.
"Awalnya cuma iseng lihat video review bakmie di TikTok. Pas lihat ada tombol voucher diskon 40%, saya langsung beli dan otw ke lokasinya. Ternyata penukarannya gampang banget, tinggal scan di kasir," ujar Dinasti, Ana Julia, 20, salah seorang mahasiswa di Solo.
Saat ini TikTok dikabarkan terus memperluas kerja sama dengan ribuan jaringan UMKM kuliner di berbagai daerah. Langkah ini dilakukan guna memperkuat ekosistem social commerce, sekaligus menyiapkan fitur pemetaan lokasi restoran yang lebih presisi demi mendukung kenyamanan pengguna saat berburu diskon. (angelyna fransiska meia)
Editor : Kabun Triyatno