Gen Z Hidupkan Kembali Gaya 90-an, Nostalgia yang Menjadi Tren Fashion

Siti Putri Lestari • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 18:10 WIB
Genz yang berpenampilan Retro. (AI Generated)
Gen Z yang berpenampilan retro. (AI Generated)

SOLOBALAPAN.COM – Di tengah derasnya arus tren fashion modern yang terus berganti, sebagian Gen Z justru memilih menoleh ke masa lalu.

Alih-alih mengikuti gaya futuristik atau pakaian serba minimalis yang sedang populer, anak-anak muda ini tampil percaya diri mengenakan busana khas era 1990-an.

Mulai dari baggy jeans, jaket denim oversized, kaus bergambar grafis, flanel, hingga sneakers klasik kembali menjadi bagian dari gaya berpakaian sehari-hari.

Fenomena tersebut tidak hanya terlihat di media sosial, tetapi juga mulai menjamur di berbagai ruang publik, seperti kampus, pusat perbelanjaan, kafe, hingga acara musik.

Baca Juga: Tren Parfum Merebak di Kalangan Gen Alpha, Antara Fashion Dan FOMO

Gaya yang identik dengan dekade 90-an kini hadir dengan sentuhan modern, menciptakan perpaduan antara nuansa retro dan tren masa kini.

Penampilan tersebut menjadi salah satu cara Generasi Z mengekspresikan karakter sekaligus membangun identitas diri.

Menariknya, sebagian besar Gen Z yang mengadopsi gaya ini bahkan tidak mengalami langsung kehidupan pada era 1990-an.

Mereka mengenal estetika dekade tersebut melalui berbagai platform digital seperti TikTok, Instagram, Pinterest, hingga film dan serial televisi yang kembali mengangkat budaya populer masa itu.

Konten kreator Fashion dan influencer turut berperan besar dalam menghidupkan kembali tren berpakaian vintage di kalangan anak muda.

Baca Juga: Bikin Bingung? Ini Makna Istilah Fomo hingga Plenger yang Ramai di Media Sosial

Tidak sedikit pula yang berburu pakaian di toko thrift atau pasar barang bekas demi mendapatkan item yang benar-benar mencerminkan nuansa 90-an.

Selain menawarkan desain yang unik dan berbeda dari produk Fashion masa kini, pakaian thrift dinilai lebih ramah di kantong sekaligus mendukung gaya hidup yang lebih berkelanjutan. Hal tersebut membuat tren Fashion retro semakin diminati oleh kalangan muda.

Bagi Generasi Z, mengenakan pakaian bergaya 90-an bukan sekadar mengikuti tren yang sedang viral.

Gaya tersebut juga menjadi bentuk apresiasi terhadap desain klasik yang dianggap memiliki karakter kuat, nyaman dikenakan, serta mampu memberikan kesan autentik.

Tidak heran jika berbagai merek fesyen dunia hingga pelaku industri lokal kembali menghadirkan koleksi yang terinspirasi dari dekade tersebut.

Salah seorang Gen Z di Kota Solo, Adha Eka Putra, mengaku telah menyukai gaya berpakaian era 1990-an sejak sekitar dua tahun terakhir.

Mahasiswa berusia 21 tahun itu mengatakan ketertarikannya bermula setelah sering melihat konten Fashion vintage di media sosial, khususnya TikTok dan Pinterest.

"Saya suka karena modelnya simpel, tapi tetap punya karakter. Kalau pakai baju bergaya 90-an rasanya lebih percaya diri dan berbeda dari yang lain. Meski modelnya jadul, menurut saya tetap relevan dipakai sekarang," ujarnya

Menurutnya, beberapa item Fashion yang paling sering dikenakan antara lain baggy jeans, kaus bergambar band lawas, memakai rantai dompet.

Ia juga mengaku lebih sering berburu pakaan di toko thrift dibanding membeli produk baru karena selain lebih terjangkau, pilihan modelnya dinilai lebih beragam dan autentik.

Baca Juga: Baru Pertama Nonon Konser Musik, Ini Daftar Barang Yang Boleh Dibawa Masuk Ke Depan Panggung

"Kalau beli di thrift shop kadang bisa menemukan barang yang benar-benar unik. Bahkan ada beberapa jaket dan celana yang memang produksi lama. Sensasinya seperti berburu harta karun karena kita tidak tahu barang menarik apa yang akan ditemukan," katanya.

Hal senada disampaikan Hamizan yang menilai gaya busana era 1990-an mampu memberikan kesan santai sekaligus modis.

Menurutnya, tren Fashion saat ini cenderung berputar sehingga berbagai model lama kembali diminati oleh generasi muda.

"Menurut saya tren memang selalu berulang. Sekarang banyak brand besar juga mengeluarkan koleksi yang terinspirasi dari era 90-an, jadi makin mudah dipadukan dengan gaya modern. Tidak harus terlihat kuno, justru bisa tampil lebih keren kalau dipadukan dengan outfit sekarang," tuturnya.

Fenomena tersebut juga terlihat dari semakin meningkatnya minat anak muda mengunjungi toko-toko thrift maupun vintage di Kota Solo.

Pada akhir pekan, sejumlah toko kerap dipadati pembeli yang mencari jaket denim, celana longgar, kaus grafis, hingga aksesori klasik yang identik dengan gaya berpakaian dekade 1990-an.

Pengamat fesyen menilai kebangkitan gaya retro bukan sekadar didorong oleh rasa nostalgia, melainkan juga perubahan cara Generasi Z dalam memandang fashion. 

Selain ingin tampil berbeda, mereka cenderung memilih pakaian yang memiliki cerita, karakter, dan nilai keberlanjutan. Tren thrift yang berkembang beberapa tahun terakhir turut memperkuat kebiasaan tersebut.

Baca Juga: Saat Musik Jadi Alarm Tentang Apa Yang Terjadi

Di sisi lain, media sosial memiliki peran besar dalam mempercepat penyebaran tren tersebut.

Algoritma platform seperti TikTok, Instagram, dan Pinterest memungkinkan inspirasi fashion dari berbagai negara tersebar dengan cepat, sehingga gaya yang pernah populer puluhan tahun lalu kembali dikenal dan diadaptasi oleh generasi yang bahkan belum lahir pada masa itu.

Dengan semakin banyaknya anak muda yang mengadopsi gaya berpakaian era 1990-an, tren retro diperkirakan masih akan bertahan dalam beberapa waktu ke depan.

Bagi Generasi Z, mengenakan busana vintage bukan sekadar mengikuti tren, melainkan menjadi bagian dari cara mereka mengekspresikan identitas, kreativitas, dan selera Fashion yang berbeda di tengah arus mode yang terus berkembang. (siti putri lestari)

Editor : Ferry Ardi Susanto
GenZ 90s retro outfit Trending