Saat Musik Jadi Alarm Tentang Apa Yang Terjadi

Ramadhan Pujo Kusumo • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 18:28 WIB
Potret Foto Personel Band Soloensis (sumber foto dari akun instagram resmi Soloensis)
Potret personel band Soloensis (Instagram/@Soloensis)

SOLOBALAPAN.COM – Musik telah menjadi bagian dalam kehidupan manusia sehari hari.

Entah itu sebagi teman dalam beraktivitas, maupun sebagai hobi.

Saat mendengarkan musik, lirik lagu seringkali menjadi patokan seseorang untuk tetap melanjutkan memutar lagu tersebut hingga akhir atau mengganti dengan lagu yang lain.

Kemampuan seseorang dalam menentukan pilihan genre musik apa yang ia sukai pasti tak jauh berbeda dengan lirik lirik dalam lagu yang sering ia putar berkali kali.

Baca Juga: Jenuh Di Perjalanan Jauh, Hilangkan Gabutmu Dengan Musik

Bagi masyarakat umum, mendengarkan lagu saja sudah cukup, asalkan lagu itu pas untuk membuat konten joget joget atau bergoyang melepaskan beban.

Namun, terkadang beberapa musisi memilih jalur musik sebagai wadah penyalur ekpresi.

Terutama menyikapi berbagai hal yang terjadi di sekitarnya.

Baca Juga: Spotify Bukan Satu-satunya, Ini 4 Platform Streaming Musik yang Layak Dicoba

Tak sedikit musisi atau artis yang memilih tema budaya, sosial, dan kehidupan pribadi untuk dijadikan materi dalam bermusik.

Salah satunya datang dari band Soloensi.

Band lokal asal Kota Solo ini terbentuk pada 2008 dan aktif hingga saat ini. Band tersebut seringkali merilis lagu dengan tema kehidupan.

Ada salah satu lagu yang liriknya mengajak pendengar untuk menjalani hidup dengan maksimal namun tetap pada koridor yang semestinya, lirik lagu tersebut ada pada lagu “Nyalakan Rayakan” dengan penggalan lirik sebagai berikut,

“Bebaskan diri sampai mengerti batasnya, dan nikmati usia. Sepertinya ku takkan lelah, mencari daya guna manusia”.

Lirik di atas jika dibaca sekilas hanya lah sajak yang biasa.

Namun saat kita mencoba untuk mengartikan dan mendalaminya, kita akan menemukan bahwa Soloensis dengan lagunya Nyalakan Rayakan mengajak untuk terus berekspresi sebebas mungkin, dengan menikmati apa yang telah ada di usia ini.

Baca Juga: Di Tengah Ramainya Seruan Boikot, Sarwendah Sampaikan Versinya Lewat Podcast Denny Sumargo

Sebagai makhluk yang mengenal rasa lelah, dalam sajak keduanya, Soloensis mencoba meyakinkan untuk selalu melihat ke dalam diri tentang bagaimana menjalani kehidupan tanpa merasa lelah atas apa yang sudah terjadi.

Perspektif dalam mengartikan apa yang ada didalam lirik suatu lagu bersifat subjektif, pendengar musik seringkali memaknai suatu lagu dengan apa yang sedang terjadi dalam hidupnya, entah itu memiliki makna yang menyenangkan maupun menyedihkan.

Lirik yang ada di dalam suatu lagu bukan hanya sebagai ekspresi semata, melainkan hasil buah pikiran dari sang artis tentang apa yang ia alami dalam hidupnya sepanjang berkarir. (ramadhan pujo kusumo)

Editor : Ferry Ardi Susanto
soloensis band lokal musik