Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Murphy Radio, Band Math Rock Unik asal Samarinda

t
Penulis: tim solobalapan❯
Personil Murphy Radio (instagram: @murphyradio)
Personil Murphy Radio (instagram: @murphyradio)

Advertisement

SOLOBALAPAN.COM — Musik Indonesia tak lagi hanya berkutat pada lagu-lagu pop yang mudah ditemukan di berbagai tangga musik. Perkembangan teknologi dan hadirnya beragam platform digital membuat pendengar memiliki ruang yang jauh lebih luas untuk menemukan musik dengan karakter berbeda.

Rock, Jazz, R&B, Hip Hop, Dangdut hingga musik tradisional kini memiliki pendengarnya masing-masing. Kemunculan musisi dengan karakter dan eksplorasi bunyi yang beragam turut memperkaya pilihan masyarakat dalam menikmati musik.

Perubahan itu juga membuka ruang lebih besar bagi musik-musik dari skena independen. Salah satunya Murphy Radio, band Math Rock asal Samarinda yang menawarkan permainan instrumen dengan ketukan dan perubahan tempo yang menjadi ciri khasnya.

Perjalanan Murphy Radio tidak berlangsung singkat. Band tersebut sempat mengalami beberapa kali perubahan formasi sebelum akhirnya merilis album debut Friend Of Mine pada 18 Agustus 2018 melalui kerja sama dengan label musik independen asal Singapura.

Pada tahun yang sama, Murphy Radio mulai memperluas kiprahnya dengan tampil dalam sejumlah festival musik nasional dan internasional. Di Indonesia, mereka tampil di antaranya dalam Synchronize Festival, Archipelago Festival, dan Rock In Celebes.

Murphy Radio juga membawa musiknya ke panggung internasional melalui Envol et Macadam Festival di Quebec City, Kanada.

Perjalanan Friend Of Mine berlanjut setahun kemudian. Pada 2019, album debut tersebut dirilis ulang oleh label independen asal Tokyo.

Tak sekadar diterbitkan kembali, rilisan itu hadir dengan dua lagu tambahan. Sampul dan kemasan CD-nya pun dibuat berbeda sehingga memberikan warna baru pada album tersebut.

Eksplorasi Murphy Radio kemudian tidak berhenti pada musik dan panggung. Pada 21 Maret 2020, bertepatan dengan Hari Sindrom Down Sedunia, mereka merilis dua lagu berjudul Autumn dan Sandy dalam satu video musik.

Kedua lagu tersebut kemudian dihimpun dalam maxi-single Vibrant Colors. Karya itu membawa pesan empati kepada penyandang disabilitas sekaligus menunjukkan bahwa musik dapat menjadi medium untuk menyuarakan isu sosial.

Advertisement
Editor : Kabun Triyatno
Sumber : Berbagai Sumber

Artikel Terkait

Lagu 'Hidup Memuliakanmu' Siap Rilis, Trisha Eungelica Bagikan Proyek Musik Sang Ibu dari Balik Penjara

Lagu 'Hidup Memuliakanmu' Siap Rilis, Trisha Eungelica Bagikan Proyek Musik Sang Ibu dari Balik Penjara

Putri Candrawathi ciptakan lagu "Hidup Memuliakanmu" dari balik penjara! Sang putri, Trisha Eungelica, bocorkan suasana studio jelang rilis 14 September. Baca selengkapnya!

“The One That Got Away” Kembali Viral, Lagu Katy Perry Jadi Soundtrack Musim Panas 2026

“The One That Got Away” Kembali Viral, Lagu Katy Perry Jadi Soundtrack Musim Panas 2026

Lagu Katy Perry “The One That Got Away” kembali viral setelah lebih dari satu dekade dirilis. TikTok menobatkannya sebagai Global Song of the Summer 2026 dengan lebih dari 42 juta video dan 55 miliar views.

Felix Stray Kids Rilis “Slow It Down”, Ini Makna dan Fakta Menarik di Balik Lagunya

Felix Stray Kids Rilis “Slow It Down”, Ini Makna dan Fakta Menarik di Balik Lagunya

Felix Stray Kids resmi merilis “Slow It Down”, lagu yang mengajak pendengar berhenti sejenak dan menikmati momen bersama orang-orang terdekat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer