SOLOBALAPAN.COM - Hidroponik sering dipilih sebagai cara bercocok tanam karena dinilai praktis dan dapat diterapkan di lahan yang terbatas.
Namun, di balik kemudahannya, tanaman hidroponik tetap membutuhkan pengetahuan dan perhatian dalam perawatannya. Tanpa memahami dasar-dasar budidaya, pemula lebih berisiko mengalami kegagalan.
Agus Sukarno, pemilik Mantri Hidroponik di Kecamatan Baki, Sukoharjo mengatakan, kesalahan yang paling sering terjadi dalam budidaya hidroponik bukan berasal dari tanamannya, melainkan dari orang yang merawatnya. Menurutnya, banyak pemula mulai menanam sebelum memahami teknik dasar hidroponik.
Baca Juga: Ariel Tatum Rayakan Ulang Tahun Kucing Adopsinya, Galang Donasi untuk Kucing Jalanan
"Kalau menurut saya yang paling sering salah itu petaninya. Ilmunya belum cukup, cuma dia sudah mulai neko-neko," ujar Agus Sukarno kepada Solobalapan.com, Selasa (28/7/2026).
Agus mengatakan proses trial and error merupakan hal yang wajar, terutama bagi masyarakat yang baru belajar hidroponik dan tidak memiliki latar belakang di bidang pertanian.
Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi bagian dari proses belajar hingga seseorang terbiasa merawat tanaman hidroponik.
Baca Juga: Hidroponik Masih Menjanjikan sebagai Peluang Usaha, Meski Penjualan Tak Selalu Stabil
Meski terlihat mudah, Agus mengingatkan hidroponik bukan tanaman yang bisa dibiarkan tanpa perhatian.
"Kelihatannya gampang, cuma sebenarnya kalau kita mendalami lagi, tanaman hidroponik itu minta diperhatikan," katanya.
Menurut Agus, pemilik tanaman perlu membiasakan diri mengecek kondisi hidroponik setiap hari. Nutrisi, pH, dan volume air di dalam tandon perlu dipantau secara rutin.
Baca Juga: Cita Rasa yang Terjaga: Gablok, Warisan Kuliner Khas Bumi Sukowati
Selain itu, aliran air pada instalasi juga harus dipastikan tidak tersumbat agar sirkulasi tetap berjalan dengan baik. Kondisi tanaman pun perlu diperiksa sehingga ulat maupun hama lain dapat segera ditangani sebelum mengganggu pertumbuhan.
Bagi masyarakat yang baru ingin mencoba hidroponik, Agus menyarankan agar tidak langsung memilih tanaman yang membutuhkan perawatan lebih rumit.
Sebagai langkah awal, ia menyarankan menanam kangkung, sawi, atau pakcoy yang lebih mudah dibudidayakan. Setelah memahami teknik dasar hidroponik, barulah mencoba tanaman lain yang membutuhkan penanganan lebih teliti.
Ia juga menyarankan pemula memulai hidroponik dalam jumlah tanaman yang sedikit. Menurutnya, cara tersebut akan memudahkan proses belajar sekaligus perawatan tanaman sebelum menambah jumlah budidaya.
Selain memanfaatkan pengalaman, Agus menilai masyarakat kini juga lebih mudah mempelajari hidroponik karena banyak materi dasar yang tersedia di internet, termasuk melalui YouTube.
"Mulai dari yang gampang-gampang dulu aja, jangan langsung banyak-banyak. Perbanyak ilmu dulu, baru nanti main yang besar," pungkasnya.
Editor : Adi Pras