Bukan Sekadar Julukan, Kupu-Kupu dan Kura-Kura Jadi Label di Kalangan Mahasiswa

Anmer Jilvandis • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 18:08 WIB
Mahasiswa kupu-Kupu dan Mahasiswa kura-Kura. (AI Generated)
Mahasiswa kupu-kupu dan Mahasiswa kura-kura. (AI Generated)

SOLOBALAPAN.COM-Kamu anak kupu-kupu atau kura-kura? Pertanyaan seperti itu bukan lagi hal asing di lingkungan kampus. Julukan tersebut kerap muncul saat mahasiswa saling bercerita tentang aktivitasnya setelah kuliah. Ada yang memilih langsung pulang, ada pula yang masih sibuk mengikuti rapat organisasi hingga sore bahkan malam hari.

Fenomena ini melahirkan dua istilah yang akrab di kalangan mahasiswa, yakni kupu-kupu dan kura-kura. Awalnya, kedua istilah tersebut hanya digunakan sebagai candaan di antara teman. Namun, seiring waktu, kupu-kupu dan kura-kura menjadi julukan yang sering digunakan untuk menggambarkan kebiasaan mahasiswa dalam menjalani kehidupan kampus.

Baca Juga: Siapa Istri MrBeast? Ini Sosok Thea Booysen YouTuber Gaming Asal Afrika Selatan Pemilik Pendidikan Mentereng

Dikutip dari penelitian berjudul Praktik Budaya Akademik Mahasiswa, kehidupan mahasiswa tidak hanya diisi oleh kegiatan akademik, tetapi juga berbagai aktivitas nonakademik. Meskipun memiliki tujuan yang sama, yaitu menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi, setiap mahasiswa memiliki cara yang berbeda dalam menjalaninya.

Penelitian tersebut mengklasifikasikan praktik budaya akademik mahasiswa ke dalam beberapa tipe, di antaranya mahasiswa kupu-kupu (kuliah-pulang) dan mahasiswa kura-kura (kuliah-rapat).

Baca Juga: Mengenal Semboyan Kereta Api, Sistem Komunikasi yang Menjaga Keselamatan Perjalanan

Istilah kupu-kupu merupakan singkatan dari kuliah-pulang. Julukan ini ditujukan kepada mahasiswa yang datang ke kampus untuk mengikuti perkuliahan, kemudian langsung kembali ke rumah atau kos setelah kelas selesai. Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa mahasiswa kupu-kupu cenderung berorientasi pada kegiatan akademik (study oriented). Mereka lebih memprioritaskan perkuliahan dengan target memperoleh hasil belajar yang baik, seperti lulus tepat waktu dengan predikat cumlaude.

Sementara itu, kura-kura merupakan singkatan dari kuliah-rapat, yakni mahasiswa yang aktif mengikuti organisasi, kepanitiaan, maupun berbagai aktivitas kemahasiswaan lainnya sehingga lebih banyak menghabiskan waktu di kampus. Penelitian tersebut menjelaskan bahwa organisasi menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan pengalaman sekaligus mengasah berbagai keterampilan, seperti kepemimpinan, kerja sama, dan komunikasi.

Baca Juga: Nico Williams Persembahkan Medali Juara Piala Dunia 2026 untuk Sang Ibu, Kisah Harunya Menyentuh Hati

Menariknya, meski sering dijadikan bahan candaan, tidak sedikit mahasiswa yang justru dengan santai menyebut dirinya sebagai "anak kupu-kupu" atau "anak kura-kura". Kedua istilah tersebut juga kerap muncul dalam percakapan sehari-hari, unggahan media sosial, hingga berbagai meme bertema kehidupan kampus.  

Hal ini menunjukkan bahwa kupu-kupu dan kura-kura bukan lagi sekadar singkatan, melainkan telah menjadi bagian dari budaya mahasiswa yang terus dikenal dari lintas angaktan.

Editor : Kabun Triyatno
kupu kupu kura kura mahasiswa kampus kuliah