SOLOBALPAN.COM - Mengakhiri waktu nongkrong dengan berfoto di photobooth kini menjadi tren. Tidak hanya mengabadikan momen kebersamaan, hasil foto dalam bentuk photo strip juga menjadi kenang-kenangan yang banyak dikoleksi setelah berkumpul bersama teman, pasangan, maupun keluarga.
Berbeda dengan studio foto pada umumnya, photobooth menawarkan pengalaman berfoto yang lebih praktis.
Pengunjung cukup memilih frame foto, menentukan pose, lalu hasil foto dapat langsung dicetak dalam hitungan menit. Kemudahan tersebut menjadi salah satu alasan photobooth semakin diminati.
Baca Juga: Stasiun Surabaya Kota, Saksi Awal Perkembangan Kereta Api di Jawa Timur
Dikutip dari penelitian berjudul Photobooth Interaktif dan Ekspresi Digital pada Generasi Z: Tinjauan Literatur Sistematis, photobooth interaktif mampu memperkuat ekspresi diri pengguna melalui pengalaman berfoto yang lebih personal.
Penelitian tersebut menjelaskan bahwa desain yang berpusat pada kebutuhan pengguna (human-centered personalization) serta didukung AI explainability dapat meningkatkan kepuasan pengguna sekaligus menciptakan keseimbangan antara estetika visual dan keaslian ekspresi diri.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa photobooth tidak hanya berfungsi sebagai tempat mencetak foto, tetapi juga menjadi media untuk mengabadikan momen dan mengekspresikan diri.
Baca Juga: Sering Pakai Kata Coffeeholic hingga Matchaholic? Ini Asal-usul Sufiks '-holic' yang Viral di Medsos
Hasil foto yang dicetak memberikan kenangan yang dapat disimpan sebagai koleksi, sehingga menghadirkan pengalaman yang berbeda dibandingkan hanya menyimpan foto di ponsel.
Hanifa, seorang mahasiswi, mengatakan daya tarik photobooth terletak pada tema dan desain yang berbeda di setiap tempat. Menurutnya, hal tersebut membuat pengalaman berfoto terasa lebih menarik.
"Setiap photobooth punya template yang unik dan lucu. Tema, lighting, hasil foto, sampai cetakannya juga beda-beda, jadi itu yang bikin photobooth menarik," ujarnya.
Baca Juga: Sejarah dan Asal-usul Nama Kampung Sondakan Solo: Dari Segelas Degan Hijau untuk Pakubuwono II
Hanifa menambahkan, berfoto di photobooth kerap menjadi agenda setelah nongkrong, terutama jika tema yang ditawarkan menarik.
Hasil foto yang dicetak dalam bentuk photo strip pun disimpannya sebagai koleksi.
"Kalau temanya menarik, biasanya kami foto di photobooth. Photo strip-nya saya simpan sebagai koleksi. Selain itu, bentuk strip, background, sampai hasil cetaknya juga lebih estetik," katanya.
Berfoto di photobooth kini tidak lagi sekadar menjadi aktivitas menghasilkan foto, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman saat berkumpul bersama.
Selain menjadi kenang-kenangan, hasil foto yang dicetak memberikan kesan lebih aesthetic dan dapat disimpan sebagai koleksi.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa photobooth telah berkembang menjadi bagian dari budaya nongkrong.
Aktivitas yang awalnya hanya bertujuan mengabadikan momen kini menjadi pelengkap saat berkumpul, menghadirkan pengalaman yang lebih berkesan sekaligus meninggalkan kenangan dalam bentuk foto yang dapat disimpan.
Editor : Adi Pras