SOLOBALAPAN.COM – Di tengah perkembangan kamera ponsel yang semakin canggih, kamera digital atau digital camera (digicam) kembali menarik perhatian kalangan anak muda.
Kamera yang sempat tergeser oleh smartphone ini kini kembali digunakan untuk mengabadikan berbagai momen, mulai dari nongkrong bersama teman, liburan, hingga menghadiri acara keluarga.
Meski kamera ponsel kini mampu menghasilkan foto dengan kualitas tinggi, sebagian anak muda justru kembali melirik digicam.
Karakter hasil foto yang khas, nuansa vintage, hingga pengalaman memotret yang berbeda menjadi alasan mereka memilih kamera digital tersebut untuk mendokumentasikan berbagai momen.
Baca Juga: Di Tengah Budaya Ngopi, Matcha Mulai Jadi Pilihan
Annisa Wahyu, 21, mahasiswi Universitas Sebelas Maret (UNS) mengaku mulai menggunakan digicam sejak Februari 2026.
Ketertarikannya berawal dari hasil foto bergaya vintage yang banyak ditemui di media sosial. Menurutnya, tone warna yang lebih kalem dengan efek blur alami membuat hasil foto digicam memiliki karakter yang tidak dimiliki kamera ponsel.
"Jujur, awalnya karena kepincut sama hasilnya yang estetik dan punya nuansa vintage yang khas. Kamera HP sekarang hasilnya terlalu tajam, sedangkan digicam warnanya lebih pudar dan kalem. Ada efek blur yang bikin fotonya punya 'nyawa' dan kelihatan lebih estetik,” ujarnya, Sabtu (18/7/2026).
Baca Juga: Delapan Aksesori yang Bikin Gaya Berhijab Makin Stylish
Selain karakter hasil fotonya, pengalaman menggunakan digicam juga menjadi daya tarik tersendiri. Hal itu dirasakan Jelita Septiana, 21, mahasiswi UNS, yang mulai menggunakan digicam pada 2026.
Menurutnya, hasil foto dari digicam sudah memiliki karakter tersendiri sehingga tidak memerlukan banyak penyuntingan sebelum diunggah ke media sosial.
“Kalau pakai digicam, aku merasa nggak perlu repot edit lagi pakai filter karena dari sananya warnanya sudah estetik dan berkarakter. Bentuknya juga simpel, gampang dibawa ke mana-mana, jadi lebih enjoy setiap mau ambil gambar,” tuturnya.
Baca Juga: Belanja Boleh, Kalap Jangan: Mengenal Tren No Buy Challenge
Pengalaman berbeda disampaikan Amanda Dwi, 20, mahasiswi UNS semester 4. Ia mengaku awalnya tertarik menggunakan digicam karena sering melihat unggahan di media sosial. Namun, rasa penasaran tersebut perlahan berubah menjadi ketertarikan terhadap karakter khas yang dimiliki digicam.
“Awalnya memang karena sering lihat di media sosial. Tapi lama-kelamaan malah jadi benar-benar suka sama karakternya. Digicam punya nilai lebih di kesan klasiknya. Tone warnanya hangat dan khas, jadi hasil fotonya terasa lebih personal,” ujarnya.
Bagi Annisa, Jelita, dan Amanda, digicam bukan sekadar kamera yang sedang populer di media sosial. Karakter hasil foto yang khas, pengalaman memotret yang berbeda, serta nuansa klasik yang ditawarkan membuat mereka tetap memilih menggunakan digicam di tengah kecanggihan kamera ponsel.
Editor : Adi Pras