SOLOBALAPAN.COM – Membawa tumbler kini semakin menjadi kebiasaan banyak orang. Di kampus, kantor, hingga tempat umum, tidak sedikit masyarakat yang memilih membawa botol minum sendiri daripada membeli air minum dalam kemasan.
Selain lebih praktis, kebiasaan ini juga dianggap lebih hemat sekaligus membantu mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai.
Membawa tumbler juga membuat seseorang lebih mudah memenuhi kebutuhan air putih selama beraktivitas.
Air minum dapat diisi ulang kapan saja sehingga tidak perlu membeli air minum kemasan berulang kali. Kebiasaan tersebut ternyata sejalan dengan upaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Pada Juni 2026, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mendorong pemerintah daerah mempercepat penerapan kebijakan pembatasan penggunaan plastik sekali pakai sebagai langkah mengurangi timbulan sampah dari sumbernya.
Dalam kehidupan sehari-hari, penggunaan tumbler menjadi salah satu cara sederhana yang dapat mendukung upaya tersebut.
Abin, mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) mengaku mulai terbiasa membawa tumbler sejak semester awal kuliah.
Baca Juga: Stasiun Gambir, Dari Halte Kecil Menjadi Ikon Transportasi Jakarta
Awalnya, ia memilih membawa botol minum sendiri karena lebih praktis saat harus beraktivitas seharian di kampus.
”Saya mulai terbiasa membawa tumbler sejak semester awal kuliah karena sering seharian di kampus. Lebih praktis membawa air minum sendiri daripada harus membeli terus,” ujarnya kepada Solobalapan.com.
Abin mengatakan, membawa tumbler membuatnya lebih rutin minum air putih karena botol minum selalu tersedia di dekatnya. Menurutnya, kebiasaan tersebut kini bukan lagi sekadar mengikuti tren.
”Awalnya mungkin banyak orang ikut tren, tetapi setelah dijalani ternyata memang lebih bermanfaat. Selain lebih hemat, saya juga jadi lebih rutin minum air putih dan bisa mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai,” katanya.
Baca Juga: Harry Kane Ungkap Pernah Diajak Donald Trump Main Golf, Sebut Pengalaman yang Sulit Dilupakan
Hal serupa disampaikan Salma, seorang pekerja kantoran. Ia mengaku hampir setiap hari membawa tumbler ke tempat kerja karena lebih praktis dan memudahkannya memenuhi kebutuhan air putih selama bekerja.
”Saya hampir setiap hari membawa tumbler ke kantor. Selain lebih hemat karena tidak perlu membeli air minum kemasan, saya juga jadi lebih rutin minum air putih. Di kantor juga tersedia dispenser sehingga mudah untuk mengisi ulang,” tuturnya.
Menurut Salma, semakin banyak masyarakat yang mulai membawa tumbler saat beraktivitas. Ia menilai meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dan mengurangi sampah plastik menjadi alasan kebiasaan tersebut semakin banyak dilakukan.
”Sekarang semakin banyak orang yang membawa tumbler, baik di kantor, kampus, maupun saat bepergian. Menurut saya, hal ini didorong oleh meningkatnya kesadaran akan pentingnya mengurangi sampah plastik dan menjalani gaya hidup yang lebih sehat,” tambahnya.
Kini, membawa tumbler tidak lagi dipandang sebagai sekadar tren. Bagi sebagian orang, kebiasaan sederhana ini telah menjadi bagian dari gaya hidup yang lebih praktis, hemat, sekaligus mencerminkan kepedulian terhadap kesehatan dan lingkungan.
Editor : Adi Pras