SOLOBALAPAN.COM - Fenomena cek khodam yang sempat menguasai media sosial Indonesia kini hadir dalam bentuk film layar lebar melalui film berjudul "Cek Khodam".
Disutradarai oleh JeroPoint dan diproduksi Dee Company, film ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 16 Juli 2026.
Cerita berpusat pada tiga sahabat bernama Sakti, Wira, dan Bima yang berprofesi sebagai kreator konten.
Seperti banyak pembuat konten lainnya, mereka terus mencari ide baru agar tetap relevan di tengah persaingan media sosial yang semakin ketat. Berbagai upaya dilakukan demi mendapatkan perhatian publik dan meningkatkan jumlah pengikut mereka.
Kesempatan besar datang ketika mereka mulai membuat konten bertema cek khodam.
Awalnya, konsep tersebut hanya dijadikan hiburan ringan yang dipenuhi candaan dan respons lucu. Namun tanpa diduga, konten mereka meledak dan menjadi fenomena nasional yang menarik perhatian jutaan orang.
Popularitas tersebut membuat kehidupan ketiga sahabat berubah drastis. Jumlah pengikut mereka meningkat, nama mereka dikenal luas, dan berbagai peluang mulai berdatangan. Fenomena cek khodam bahkan berkembang menjadi tren yang diikuti masyarakat dari berbagai daerah.
Di balik kesuksesan itu, dunia gaib ternyata sedang menghadapi masalah besar.
Para penghuni alam supranatural memperhatikan bahwa manusia mulai tidak lagi takut kepada mereka. Sosok-sosok mistis yang dahulu dianggap menyeramkan kini berubah menjadi bahan lelucon, meme, dan hiburan sehari-hari.
Akibat kondisi tersebut, sebuah indikator supranatural bernama Angka Ketakutan Manusia atau AKM terus menurun.
Para pemimpin dunia gaib menganggap situasi ini berbahaya karena dapat mengganggu keseimbangan antara dunia manusia dan dunia supranatural yang selama ini terjaga.
Untuk mengatasi krisis tersebut, dunia gaib menunjuk seorang Panglima Khodam.
Sosok ini mendapat tugas penting untuk mengembalikan rasa takut manusia terhadap makhluk-makhluk gaib. Ia kemudian turun ke dunia manusia dan berusaha menghentikan fenomena yang dipicu oleh konten Sakti, Wira, dan Bima.
Namun misi tersebut tidak berjalan sesuai rencana. Berbagai usaha untuk menciptakan teror justru menghasilkan situasi yang kocak dan tidak terduga.
Pertemuan antara manusia modern yang gemar membuat konten dengan makhluk gaib yang ingin dihormati kembali melahirkan sederet kekacauan yang menjadi sumber utama komedi film ini.
Seiring berjalannya cerita, ketiga sahabat mulai menyadari bahwa fenomena yang mereka manfaatkan demi popularitas ternyata benar-benar berhubungan dengan dunia supranatural.
Mereka pun terseret ke dalam konflik yang jauh lebih besar daripada sekadar mencari penonton atau mengejar viralitas.
Melalui premis yang unik, Cek Khodam menawarkan komedi fantasi yang menyindir budaya media sosial sekaligus menggambarkan perubahan cara pandang masyarakat terhadap hal-hal mistis.
Alih-alih manusia yang takut kepada hantu, film ini justru menghadirkan dunia gaib yang panik karena manusia sudah tidak lagi menganggap mereka menakutkan. (ags)
Editor : Laila Zakiya