SOLOBALAPAN.COM - Film horor Indonesia kembali menghadirkan terobosan baru lewat "402: Rumah Sakit Angker Korea".
Film garapan Anggy Umbara ini menjadi salah satu proyek horor paling ambisius pada 2026 karena menggabungkan konsep found footage dengan teknologi produksi yang jarang digunakan dalam perfilman Indonesia.
Diadaptasi dari film horor Korea Selatan Gonjiam: Haunted Asylum, 402: Rumah Sakit Angker Korea tetap mempertahankan premis sekelompok kreator konten yang melakukan eksplorasi ke lokasi angker.
Namun, versi Indonesia menghadirkan karakter dan pendekatan cerita yang lebih dekat dengan penonton lokal.
Hal yang paling mencuri perhatian dari produksi film ini adalah penggunaan 28 kamera aktif secara bersamaan selama proses syuting.
Keputusan tersebut diambil untuk menciptakan sensasi found footage yang lebih realistis sehingga penonton seolah ikut berada di dalam rumah sakit yang menjadi pusat teror.
Tidak hanya menggunakan banyak kamera, film ini juga menerapkan sistem pengambilan gambar 360 derajat.
Metode tersebut membuat kru tidak bisa berdiri dekat dengan pemain karena setiap sudut lokasi berpotensi terekam kamera selama adegan berlangsung.
Kondisi itu menghadirkan tantangan tersendiri bagi para aktor. Selain berakting, mereka juga harus membawa kamera, mengenakan transmitter, serta menjaga arah pengambilan gambar agar tetap sesuai kebutuhan cerita.
Menariknya, tim produksi lebih dulu melakukan riset teknologi sebelum menentukan para pemain. Selama berbulan-bulan mereka melakukan berbagai percobaan untuk menemukan sistem kamera yang mampu mendukung konsep visual film secara maksimal.
Produksi film ini juga dilakukan langsung di Korea Selatan. Langkah tersebut dipilih untuk menjaga nuansa cerita dan mempertahankan identitas lokasi yang menjadi bagian penting dari warisan film aslinya.
Meski demikian, tim produksi menghadapi kendala karena lokasi asli Gonjiam: Haunted Asylum sudah tidak dapat digunakan.
Sebagai solusi, mereka mencari rumah sakit lain di Korea Selatan dan mengubahnya menjadi lokasi fiktif bernama Yeongwon Hospital.
Dengan kombinasi teknologi canggih, syuting di Korea Selatan, serta pendekatan found footage yang imersif, 402: Rumah Sakit Angker Korea tidak hanya menawarkan teror di layar lebar.
Film ini juga menjadi bukti bagaimana sineas Indonesia terus bereksperimen menghadirkan pengalaman horor yang berbeda bagi penonton. (ags)
Editor : Laila Zakiya