SOLOBALAPAN, HIBURAN — Layar lebar Indonesia kembali dihiasi oleh karya terbaru yang menyegarkan. Film "CLBK: Cinta Lama Babak Kedua" hadir menawarkan napas baru dalam genre drama romantis keluarga.
Disutradarai oleh Ivander Tedjasukmana, film ini tidak sekadar menceritakan romansa pasangan muda, melainkan membawa penonton menyusuri kisah cinta lintas generasi yang saling terhubung antara masa lalu dan masa kini.
Berbeda dari formula film romantis pada umumnya, CLBK justru menempatkan kisah cinta dari generasi tua sebagai sumber konflik utama yang memengaruhi kehidupan anak cucu mereka.
Baca Juga: Sinopsis Film Clayface: Saat Ambisi Sembuhkan Wajah Berubah Jadi Teror Body Horror Mencekam
Sinopsis: Menyatukan Dua Garis Waktu
Konflik dalam cerita ini bermula ketika sepasang kekasih, Ambar dan Raka, tengah sibuk mempersiapkan pernikahan mereka yang sudah di depan mata.
Di tengah kebahagiaan tersebut, sebuah fakta mengejutkan dari silsilah keluarga mereka terungkap.
Kakek dan nenek mereka, yakni Aby dan Sita, rupanya pernah menjalin hubungan asmara yang kandas lebih dari lima dekade silam.
Hubungan yang tak pernah benar-benar selesai itu kembali menguak kenangan, penyesalan, dan sisa perasaan yang tertinggal.
Film ini melempar sebuah pertanyaan sederhana namun mendalam: Apakah cinta yang tidak pernah benar-benar selesai di masa lalu bisa memengaruhi kehidupan orang lain hingga puluhan tahun kemudian?
Untuk memperkuat kedalaman emosi, penceritaan film ini dibagi menjadi dua latar waktu (timeline):
-
Masa Kini: Mengikuti perjuangan Ambar dan Raka dalam mempersiapkan pernikahan di tengah gejolak rahasia keluarga.
-
Masa Lalu (Era 1970-an): Mengajak penonton menjadi saksi langsung bagaimana romansa Aby dan Sita terbentuk di Bandung, serta alasan di balik perpisahan mereka yang menorehkan luka panjang.
Desain Produksi dan Jajaran Pemain Lintas Generasi
Salah satu daya tarik terbesar dari film CLBK adalah dedikasi tim produksi dalam merekonstruksi suasana Kota Bandung di tahun 1970-an.
Tim menata ulang sejumlah kawasan bersejarah—termasuk area sekitar Museum Asia Afrika—untuk menghadirkan nuansa visual nostalgia yang meyakinkan.
Atmosfer masa lalu ini menjadi elemen krusial, mengingat sebagian besar nyawa emosional film berasal dari perjalanan cinta Aby dan Sita di masa muda mereka.
Untuk menghidupkan narasi lintas waktu ini, CLBK mempertemukan jajaran aktor legendaris dengan bintang-bintang muda berbakat.
Berikut adalah daftar pemeran utama dalam film ini:
| Karakter | Pemeran Versi Senja (Masa Kini) | Pemeran Versi Muda (Era 1970-an) |
| Aby | Slamet Rahardjo | Yusuf Mahardika |
| Sita | Widyawati | Gisellma Firmansyah |
Melalui jalinan cerita yang melintasi waktu, "CLBK: Cinta Lama Babak Kedua" siap memberikan pengalaman sinematik yang tak hanya berbicara tentang cinta, tetapi juga tentang pentingnya kesempatan kedua, penerimaan terhadap penyesalan, dan rumitnya dinamika hubungan sebuah keluarga.
(did/ags)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo