SOLOBALAPAN.COM - Setelah hampir dua dekade sejak film pertamanya menjadi fenomena budaya pop, film The Devil Wears Prada akhirnya kembali lewat sekuelnya, The Devil Wears Prada 2.
Film bergenre komedi-drama fashion ini kembali digarap sutradara David Frankel dan tayang pada Mei 2026.
Namun di tengah antusiasme terhadap kembalinya dunia majalah mode Runway, satu nama justru menjadi pembicaraan terbesar: Lady Gaga.
Kehadiran Lady Gaga di film ini langsung ramai diperbincangkan karena tidak sekadar hadir sebagai cameo singkat tanpa fungsi cerita.
Dalam The Devil Wears Prada 2, Gaga tampil sebagai versi fiksi dirinya sendiri yang dikabarkan memiliki keterkaitan dengan karakter legendaris Miranda Priestly.
Kehadirannya disebut memberi warna baru pada dinamika dunia fashion glamor yang selama ini menjadi identitas franchise film tersebut.
Menariknya, keterlibatan Gaga ternyata berkembang dari rencana awal yang jauh lebih kecil. Menurut laporan media hiburan, tim produksi awalnya hanya meminta Lady Gaga untuk mengisi lagu serta tampil singkat sebagai performer di sebuah acara fashion besar di Milan.
Baca Juga: Nasib Buruk Marc Marquez di MotoGP 2026 Jadi Sorotan, Baby Alien Terancam Akhiri Karier Pembalap?
Namun setelah melihat keterlibatannya di lokasi produksi, David Frankel memutuskan memperluas porsinya karena merasa kemampuan akting Gaga terlalu kuat untuk dilewatkan.
Frankel bahkan menyebut, “She’s such a great actress,” saat menjelaskan keputusan tersebut.
Di dalam cerita, Gaga disebut tampil pada sebuah gelaran mode besar di Milan yang berkaitan dengan dunia majalah Runway.
Kehadirannya tidak hanya menjadi fan service semata, melainkan memiliki “masa lalu” profesional dengan Miranda Priestly, karakter editor mode dingin yang identik dengan film ini.
Hubungan tersebut disebut membuat kemunculan Gaga terasa lebih dramatis sekaligus memberi lapisan baru pada intrik elit dunia fashion.
Hal lain yang membuat penampilan Gaga terasa spesial adalah keputusan kostumnya. Alih-alih mengenakan busana rancangan baru khusus produksi, Gaga justru disebut memakai salah satu arsip fashion pribadinya sendiri berupa gaun custom Atelier Versace yang pernah dikenakannya bertahun-tahun lalu.
Tidak berhenti pada penampilan busana, Lady Gaga juga memperkuat identitas film lewat musik. Ia ikut membawakan lagu orisinal berjudul Runway bersama rapper Doechii yang digunakan dalam materi promosi dan trailer film.
Baca Juga: Pertama Kali Melintas di Solo, Bhikkhu Thudong Disambut Mangkunegara X
Banyak penggemar menilai kehadiran Gaga terasa sangat cocok karena ia memiliki dua identitas sekaligus: ikon fashion global dan aktris peraih penghargaan. Kombinasi tersebut membuatnya terasa relevan dengan atmosfer dunia elit mode yang selama ini identik dengan karakter Miranda Priestly dan tekanan industri fashion mewah.
The Devil Wears Prada 2 memperlihatkan bagaimana sekuel ini tampaknya tidak hanya mengandalkan nostalgia film lama, tetapi juga mencoba memperluas dunianya lewat kultur selebritas modern dan dunia fashion kontemporer.
Jika film pertamanya sukses membedah kerasnya industri mode, sekuel kali ini tampaknya ingin menunjukkan bahwa dunia fashion kini tidak bisa dilepaskan dari pengaruh superstar global seperti Lady Gaga yang hidup di persimpangan musik, film, dan gaya hidup mewah. (ags)
Editor : Laila Zakiya