Berbeda dari dua film sebelumnya yang berfokus pada kebangkitan Paul sebagai pemimpin, Dune: Part Three justru akan mengeksplorasi dampak mengerikan dari kekuasaan yang dimilikinya.
Paul kini telah menjadi kaisar namun harus menghadapi fanatisme agama, perang besar antar galaksi, penghianatan, hingga kehancuran moral akibat jihad yang terjadi atas namanya sendiri.
Salah satu fakta menarik dari film ini adalah adanya lompatan waktu cukup besar. Cerita dikabarkan mengambil latar sekitar 12 hingga 17 tahun setelah peristiwa di Dune: Part Two.
Time skip tersebut membuat banyak karakter tampil lebih dewasa dan berubah, baik secara emosional maupun politik.
Film ini menghadirkan kejutan besar dengan kembalinya Jason Momoa sebagai Duncan Idaho. Meski karakter tersebut mati di film pertama namun dalam cerita Dune Messiah, Duncan kembali dalam bentuk "Ghola", yaitu kloning biologis dengan ingatan yang dimodifikasi.
Dalam wawancara promosi, Denis menyebut Dune: Part Three sebagai film yang "sangat berbeda" dibanding dua film sebelumnya.
Menurutnya, film pertama bersifat kontemplatif, film kedua tentang perang sedang di film ketiga ini akan penuh ketegangan atas konsekuensi politik.
Film ini juga dibuat khusus untuk pengalaman IMAX, meneruskan tradisi visual epik khas Denis Villenueve yang menjadi daya tarik utama francise Dune.
Dari sisi musik, Zimmer dipercaya menjadi komposer utama. Zimmer dikenal sebagai komposer yang menggunakan musik eksperimental dan mistis untuk menggambarkan dunia spiritual.
Dune: Part Three kini disebut sebagai film yang dinanti tahun 2026, lewat film ini penggemar berharap mampu menjadi penutup sempurna bagi perjalanan tragis Paul Atreides didunia Arrakis. (ags)
Editor : Laila Zakiya