Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Tak Bisa Dihentikan: Menjadikan Lagu Manusia Kuat – Tulus sebagai Booster Energi Saat Menghadapi Deadline dan Tantangan Hidup

Laila Zakiya • Sabtu, 2 Mei 2026 | 14:20 WIB
Potret Tulus pada saat konser. (Pinterest.id/rai)
Potret Tulus pada saat konser. (Pinterest.id/rai)

 
SOLOBALAPAN.COM - Tidak semua pagi dimulai dengan semangat. Ada hari hari ketika alarm terasa seperti musuh, deadline datang bersamaan, dan hidup seolah meminta terlalu banyak dalam waktu yang terlalu singkat.

Di momen seperti itu, banyak orang punya satu senjata sederhana yaitu musik. 

Salah satu lagu yang cocok dipilih untuk “mengisi bensin mental” adalah Manusia Kuat dari Tulus. Lagu ini bukan sekadar enak didengar, tetapi seperti dorongan kecil yang mengingatkan bahwa seseorang masih mampu berjalan, bahkan ketika merasa ingin menyerah. 

Dengan lirik yang penuh afirmasi dan energi yang perlahan membesar, Manusia Kuat telah menjelma menjadi soundtrack bagi mereka yang sedang mengejar target besar – mulai dari mahasiswa yang bergulat dengan skripsi, pekerja muda yang diburu target kantor, hingga mereka yang sedang mencoba bangkit dari fase hidup yang berat. 

Kau bisa patahkan kakiku, tapi tidak mimpi-mimpiku.” 

Baca Juga: Persis Solo Terjerat Zona Degradasi, Andrei Alba: 4 Laga Sisa Adalah Final, Kami Butuh Dukungan Suporter!

Penggalan lirik tersebut adalah sebuah mantra yang sering diulang dalam kepala banyak pendengar. Ada kekuatan sederhana di sana, seperti sebuah pengingat bahwa hambatan bisa datang kapanpun, namun tak bisa menghentikan tujuan. 

Fenomena ini terlihat jelas di platform seperti Spotify dan TikTok, di mana Manusia Kuat sering masuk dalam playlist bertema morning motivation, gym session, hingga study hard playlist. Lagu ini hidup di antara treadmill, meja kerja, dan perjalanan pagi menuju kantor. 

Musik memang memiliki hubungan erat dengan produktivitas. Penelitian dari Stanford University menunjukkan bahwa musik dapat membantu meningkatkan fokus, mengatur suasana hati, dan memengaruhi motivasi seseorang dalam menyelesaikan tugas. 

Dalam konteks olahraga, lagu dengan ritme yang stabil dan lirik afirmatif juga membantu meningkatkan daya tahan mental. Tidak heran jika banyak orang memilih lagu ini sebagai teman jogging pagi atau sesi gym setelah hari yang panjang. 

Akan tetapi kekuatan Manusia Kuat bukan hanya pada ritmenya, melainkan pada mentalitas yang dibawanya. Lagu ini tidak menjanjikan hidup akan mudah, tetapi menegaskan bahwa manusia punya kapasitas untuk terus berdiri. 

Baca Juga: Langkah Pelan Menjaga Ingatan Kota Solo, Anak Muda Hidupkan Baluwarti Lewat Telusur Berkain

Inilah yang membuatnya dekat dengan konsep “mentalitas juara” – bukan soal selalu menang, tetapi tentang keberanian untuk terus mencoba, bahkan setelah gagal berkali kali. 

Di era yang penuh dengan kompetisi, banyak anak muda mulai memahami bahwa produktivitas bukan sekadar bekerja lebih keras, tetapi menjaga energi agar tetap bisa bertahan dalam jangka panjang. 

Lagu seperti Manusia Kuat menjadi bagian dari ritual itu. Sebuah bentuk motivasi yang sederhana, namun cukup untuk membuat seseorang kembali membuka laptop, kembali mengikat sepatu lari, dan kembali percaya bahwa hari ini masih bisa diperjuangkan. 

Dengan demikian, lagu ini bukan sekedar soundtrack produktivitas, tetapi juga simbol dari keteguhan. Karena pada akhirnya, menjadi kuat bukan berarti tidak pernah lelah. Menjadi Kuat adalah tentang kita yang harus tetap melangkah, bahkan ketika lelah itu datang setiap hari. (Arp/lz)

Artikel ini ditulis oleh Arif Sri, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi ISI Surakarta.

Editor : Laila Zakiya
#Tulus #Manusia Kuat #tren #lagu