Bermula dari Soundtrack “Tunggu Aku Sukses Nanti”, Perunggu Sukses Curi Perhatian Gen Z Lewat Lirik yang Relate Abis

Laila Zakiya • Dipublikasikan Kamis, 30 April 2026 | 09:17 WIB
Personil Band Perunggu (Pinterest.id/RisqyPutra)
Personil Band Perunggu (Pinterest.id/RisqyPutra)

 

SOLOBALAPAN.COM - Siapa sangka, sebuah lagu bisa menjadi pelukan paling hangat bagi mereka yang sedang berjuang menata masa depan.

Pasca kesuksesan film Tunggu Aku Sukses Nanti yang menghiasi layar lebar baru-baru ini, nama band Perunggu mendadak jadi perbincangan hangat di berbagai tongkrongan anak muda. 

Lewat lagu Gemilang yang menjadi soundtrack kunci dalam film tersebut, Perunggu berhasil mencuri perhatian Gen Z bukan sekadar karena melodinya yang enak didengar, melainkan berkat liriknya yang terasa sangat jujur dan relate dengan fase hidup mereka yang penuh tekanan namun tetap ingin berjalan tegak.

Kini, musik Perunggu bukan lagi konsumsi eksklusif penikmat indie lama, melainkan sudah bertransformasi menjadi “lagu wajib” yang menemani keseharian para pejuang mimpi di seluruh sudut kota. 

Fenomena ini terlihat jelas di media sosial seperti TikTok dan Instagram. Potongan lagu Gemilang banyak digunakan sebagai latar video tentang kehidupan sehari hari – mulai dari perjalanan kerja, revisi tugas kuliah, hingga momen refleksi tengah malam. 

Capek, tapi tetap harus jalan.” 

Baca Juga: Menyoroti Isu Mental Health, Hindia Jadi Playlist Wajib Anak Rantauan

Narasi seperti ini menjadi benang merah dari bagaimana lagu tersebut diterima publik. Bagi banyak anak muda, Gemilang bukan hanya lagu, tetapi juga representasi dari realitas yang mereka jalani—tentang tekanan ekonomi, ekspektasi sosial, dan keinginan untuk tetap bertahan. 

Menurut data dari Badan Pusat Statistik, tingkat partisipasi angkatan kerja muda di Indonesia terus meningkat, diiringi dengan tantangan seperti persaingan kerja dan ketidakpastian ekonomi. Kondisi ini membuat karya seni yang jujur dan dekat dengan realitas menjadi lebih mudah diterima. 

Di sisi lain, kekuatan Perunggu terletak pada kesederhanaan. Mereka tidak berusaha terdengar rumit, tetapi justru menyampaikan hal hal yang sering dirasakan banyak orang, namun jarang diucapkan. 

Pengamat musik melihat bahwa keberhasilan ini juga dipengaruhi oleh konteks film.

Baca Juga: Pola Lantai Sebagai Bentuk Penguasaan Panggung dalam Sajian Tari

Tunggu Aku Sukses Nanti menghadirkan narasi perjuangan yang dekat dengan kehidupan Gen Z, dan Gemilang hadir sebagai penguat emosi dalam cerita tersebut. 

Kombinasi visual dan musik ini menciptakan pengalaman yang utuh, membuat lagu tersebut lebih mudah diingat dan dirasakan. 

Dengan demikian, kesuksesan Perunggu bukan hanya soal viralitas, tetapi tentang kemampuan mereka menangkap suara generasi. 

Di tengah dunia yang serba cepat dan penuh tekanan, lagu seperti Gemilang hadir sebagai pengingat sederhana bahwa merasa lelah itu wajar, dan tetap melangkah adalah bentuk keberanian. 

Dan mungkin, di situlah alasan mengapa Perunggu kini terasa begitu dekat – karena mereka tidak hanya bernyanyi, tetapi juga mewakili apa yang banyak orang rasakan. (Arp/lz)

Artikel ini ditulis oleh Arif Sri, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi ISI Surakarta.

Editor : Laila Zakiya
Sumber : Solo Balapan
Perunggu Gemilang soundtrack Gen Z Tunggu Aku Sukses Nanti