Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Menyoroti Isu Mental Health, Hindia Jadi Playlist Wajib Anak Rantauan

Laila Zakiya • Rabu, 29 April 2026 | 12:02 WIB
Potret Konser Hindia (Pinterest.id/Moonlightx)
Potret Konser Hindia (Pinterest.id/Moonlightx)

 
SOLOBALAPAN.COM - Menjadi anak rantau di tengah hiruk-pikuk kota yang asing sering kali membawa beban mental yang tak kasat mata, mulai dari rasa sepi yang mendadak datang hingga tekanan untuk selalu terlihat sukses di mata keluarga.

Di tengah pergulatan batin tersebut, musik Hindia hadir bukan sekadar sebagai penghibur telinga, melainkan sebagai “kotak P3K” emosional yang memvalidasi setiap rasa cemas dan lelah. 

Lewat lirik-lirik tajam yang berani menyoroti isu kesehatan mental, Baskara Putra melalui proyek solonya ini sukses bertransformasi menjadi kawan setia sekaligus playlist wajib bagi para perantau yang sedang berjuang mencari tempat pulang di hati mereka sendiri. 

Fenomena ini terasa nyata di kalangan mahasiswa dan pekerja muda di Solo. Di kamar kos yang sempit, di perjalanan pulang malam, atau bahkan saat duduk sendiri di warung kopi, lagu lagu Hindia kerap menjadi teman yang mengerti tanpa harus banyak penjelasan. 

Lagu seperti Secukupnya atau Evaluasi sering dianggap sebagai representasi dari fase hidup yang penuh tekanan. Liriknya yang reflektif membuat banyak pendengar merasa tidak sendirian dalam menghadapi rasa cemas, overthinking, hingga kelelahan emosional. 

Baca Juga: Bikin Mewek! Nasihat Maia Estianty ke El Rumi: Menyakiti Hati Syifa Berarti Menyakiti Hati Ibunya

Di platform seperti Spotify, lagu lagu Hindia kerap masuk dalam playlist bertema late night thoughts atau healing session, menunjukkan bagaimana musik ini dikonsumsi dalam konteks yang sangat personal. 

Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa mobilitas pelajar dan pekerja muda antar kota terus meningkat setiap tahun.

Di sisi lain, laporan dari World Health Organization juga menyoroti bahwa kelompok usia muda rentan mengalami tekanan mental akibat perubahan lingkungan dan tuntutan sosial. 

Berbeda dengan musik yang hanya menawarkan pelarian, Hindia justru mengajak pendengarnya untuk menghadapi realitas. Tidak selalu nyaman, tetapi lebih terasa jujur. 

Hal ini yang membuat banyak anak rantau merasa “terwakili”. Mereka tidak hanya mendengar lagu, tetapi juga menemukan ruang untuk mengakui perasaan yang sering kali sulit diungkapkan. 

Di tengah kehidupan rantau yang penuh ketidakpastian, kehadiran musik seperti Hindia menjadi penting. Bukan untuk menyelesaikan masalah, tetapi untuk menemani prosesnya. 

Baca Juga: Sinopsis Semua Akan Baik-Baik Saja: Kolaborasi Baim Wong dan Reza Rahadian dalam Drama Keluarga yang Menguras Air Mata

Bagi banyak anak kos di sudut sudut Solo dan sekitarnya, mendengarkan Hindia adalah cara paling sederhana untuk mengakui bahwa merasa tidak baik baik saja adalah bagian dari proses menjadi manusia yang dewasa. 

Dan mungkin, di situlah letak kekuatannya – bukan karena memberi jawaban, tetapi karena berani mengatakan bahwa semua perasaan itu valid. (Arp/lz)

Artikel ini ditulis oleh Arif Sri, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi ISI Surakarta.

Editor : Laila Zakiya
#Playlist #tren #Hindia #lagu #mental health