Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Lawan Arus Scrolling Medsos, Solo BookParty Jadi Ruang Healing dan Literasi Seru bagi Anak Muda

Didi Agung Eko Purnomo • Senin, 13 April 2026 | 21:45 WIB
Sumber: Pexels.com/cottonbrostudio
Sumber: Pexels.com/cottonbrostudio

 

SOLOBALAPAN, SURAKARTA - Di tengah fenomena scrolling tanpa henti di media sosial yang sering kali memicu kejenuhan digital, sebagian anak muda di Kota Solo mulai mencari pelarian yang lebih bermakna. Salah satu ruang alternatif yang kini tengah naik daun adalah komunitas baca.

Komunitas literasi masa kini telah menanggalkan citra kaku dan formalnya. Salah satu yang paling aktif menggerakkan geliat ini adalah Solo BookParty, cabang dari komunitas literasi terbesar di Indonesia yang telah hadir sejak tahun 2024.

Literasi dengan Konsep Santai dan Inklusif

Solo BookParty hadir dengan misi meningkatkan minat baca melalui pendekatan yang jauh dari kesan membosankan.

 Mereka memilih ruang-ruang publik sebagai tempat berkumpul, menciptakan suasana diskusi yang inklusif, ringan, dan sangat dekat dengan keseharian generasi muda.

Diskusi buku tidak lagi melulu soal teori, melainkan dikaitkan dengan pengalaman pribadi hingga isu-isu hangat yang sedang viral. Hal ini membuat proses membaca yang dulunya bersifat individu, kini bertransformasi menjadi aktivitas sosial yang menyenangkan.

Baca Juga: Kisah Muhammad Arifin Ilham: Tantangan Mahasiswa Kudus Menaklukkan Panggung Kethoprak Solo

Mencari Interaksi Nyata di Tengah Dominasi Layar

Munculnya gerakan ini didorong oleh kebutuhan anak muda akan interaksi tatap muka yang tidak bisa digantikan oleh layar ponsel. Diskusi langsung dinilai memberikan kedalaman perspektif yang berbeda saat bertukar pikiran.

Anak muda zaman sekarang tidak hanya mencari hiburan instan, tetapi juga membutuhkan ruang di mana mereka bisa memahami suatu isu secara mendalam dan merasa didengar oleh sesamanya.

Adaptif Terhadap Era Digital

Meskipun fokus pada kegiatan offline, komunitas seperti Solo BookParty tetap adaptif terhadap perkembangan teknologi.

 Mereka memanfaatkan media sosial untuk membagikan konten video dan dokumentasi kegiatan agar tetap relevan dan mudah dijangkau oleh mereka yang belum bergabung.

Membangun Budaya Diskusi Baru

Fenomena ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan interaksi nyata tetap tidak tergantikan meski dunia digital mendominasi.

Dengan berkembangnya komunitas literasi seperti ini, ruang publik di Solo berpotensi menjadi bagian penting dalam membangun kembali budaya diskusi yang sehat di kalangan generasi muda.

(did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#Solo BookParty #healing #anak muda #literasi #scrolling