Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Viral Jelang Lebaran 2026! Tren Baju Cheongsam x Melayu Ini Bikin Anak Muda Jatuh Hati

Laila Zakiya • Jumat, 20 Maret 2026 - 19:25 WIB

 

Tren baju lebaran 2026, perpaduan antara Cheongsam dan Melayu.
Tren baju lebaran 2026, perpaduan antara Cheongsam dan Melayu.

SOLOBALAPAN.COM - Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, tren fashion Lebaran di Indonesia kembali mengalami pergeseran yang menarik.

Tahun ini, perhatian publik tertuju pada perpaduan dua budaya yang berbeda, yakni gaya cheongsam khas Tiongkok dan busana Melayu yang identik dengan kesopanan.

Kombinasi ini tak hanya menciptakan tampilan yang unik, tetapi juga dinilai tetap relevan dengan nilai busana muslim yang mengutamakan kenyamanan dan kesopanan.

Perpaduan Cheongsam dan Melayu Jadi Sorotan

Tren ini terlihat dari detail busana yang menggabungkan elemen khas cheongsam seperti kerah tinggi bergaya Cina dan kancing simpul di bagian depan, dengan potongan longgar ala baju kurung Melayu.

Hasilnya adalah outfit Lebaran yang tampak elegan, modern, namun tetap sopan dikenakan di momen silaturahmi.

Model tunik panjang atau baju kurung yang dimodifikasi dengan sentuhan cheongsam ini pun semakin banyak bermunculan, terutama di kalangan generasi muda yang aktif mengikuti tren fashion.

Generasi Muda Jadi Penggerak Tren

Fenomena ini tak lepas dari peran media sosial seperti TikTok dan Instagram yang mempercepat penyebaran tren fashion.

Seorang mahasiswa sekaligus influencer di Yogyakarta menilai bahwa perpaduan budaya dalam busana Lebaran bukanlah hal yang bermasalah, selama tetap memenuhi nilai dasar berpakaian muslim.

“Selagi bajunya nyaman, sopan, dan tetap sesuai untuk muslim berhijab, menurut aku sah-sah saja ada unsur budaya lain masuk ke busana Lebaran,” ujarnya.

Ia juga mengaku tertarik dengan model kombinasi tersebut yang kini tengah populer.

“Kalau yang sekarang, karena lagi nge hype dua-duanya, kayaknya tuh ada model yang sekarang tuh ngepadu-padain Cheongsam plus Melayu. Jadi emang bajunya baju kurung, tapi di bagian penitinya itu dibuat ala-ala Cheongsam, terus kerahnya kerah Cina. Jadi menurut aku, aku jujur tertarik di dua model itu, di combine secara langsung,” katanya.

Baca Juga: Gagal Kembali ke Red Sparks, Agen Ungkap Kekecewaan Megawati Hangestri Tak Bisa Sapa Penggemar Korea

Viral karena Media Sosial dan Brand Global

Popularitas gaya ini disebut sudah mulai terlihat sejak beberapa waktu lalu di media sosial.

Salah satu pemicunya adalah kemunculan koleksi fashion dengan sentuhan cheongsam modern yang sempat viral.

Dari sana, detail seperti kancing khas cheongsam mulai diadaptasi ke berbagai jenis busana, termasuk outfit Lebaran 2026.

Tak heran jika tren ini kini banyak diadopsi oleh anak muda, bahkan dalam beberapa kasus orang tua turut mengikuti pilihan anak agar tetap terlihat up to date saat Hari Raya.

Nyaman Tetap Jadi Prioritas Utama

Meski tren terus berkembang, faktor kenyamanan tetap menjadi pertimbangan utama dalam memilih busana Lebaran.

Hal ini penting mengingat aktivitas saat Idulfitri yang identik dengan silaturahmi dari rumah ke rumah, sehingga membutuhkan pakaian yang nyaman dipakai dalam waktu lama.

Busana dengan potongan longgar ala Melayu dinilai mampu memberikan kenyamanan tersebut, sementara sentuhan cheongsam menambah nilai estetika tanpa mengurangi fungsi utama pakaian.

Perpaduan Budaya dalam Balutan Modern

Secara keseluruhan, tren ini mencerminkan bagaimana fashion Lebaran terus beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Perpaduan cheongsam dan Melayu tidak hanya menghadirkan gaya baru, tetapi juga menjadi simbol keterbukaan generasi muda terhadap berbagai budaya, tanpa meninggalkan nilai kesopanan.

Lebaran pun kini bukan sekadar momen religius, tetapi juga menjadi ruang ekspresi gaya yang tetap elegan, nyaman, dan penuh makna. (**)

Editor : Laila Zakiya
#baju lebaran #tren #anak muda #Fashion Lebaran #lebaran 2026