Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Jakarta Diserang Zombie? Ramuan Jamu Abadi Nan Jaya Berujung Petaka, Bakal Ada Lanjutan Part 2-nya?

Laila Zakiya • Minggu, 26 Oktober 2025 | 20:48 WIB

 

Film Abadi Nan Jaya.
Film Abadi Nan Jaya.

SOLOBALAPAN.COM - Film Abadi Nan Jaya karya sutradara Kimo Stamboel kembali jadi bahan perbincangan hangat di dunia maya.

Bukan hanya karena premisnya yang segar, tetapi juga karena ending-nya yang menggantung dan membuka peluang besar bagi kelanjutan kisah di Part 2.

Film Abadi Nan Jaya resmi tayang di Netflix sejak 23 Oktober 2025.

Karya ini mengusung genre horor bertema zombie dengan sentuhan lokal yang unik — sebuah ramuan jamu tradisional menjadi sumber dari wabah mengerikan yang mengubah manusia menjadi makhluk tak berakal.

Ketika Ramuan Awet Muda Berubah Jadi Bencana

Cerita film Abadi Nan Jaya berpusat pada sebuah keluarga di Wanirejo, desa terpencil dekat Yogyakarta.

Keluarga ini memiliki usaha jamu tradisional dengan resep turun temurun.

Di tengah era modern, sang kepala keluarga, Sadimin (Donny Damara), berusaha mempertahankan bisnis keluarganya agar tetap relevan.

Dalam ambisinya, ia bereksperimen menciptakan jamu revolusioner yang disebut bisa membuat manusia awet muda.

Ia yakin bahwa formulasi barunya itu dapat membuat orang awet muda.

Ia juga optimis bahwa ramuan yang diberi nama Abadi Nan Jaya itu bisa meningkatkan kualitas dan daya jual bisnisnya.

Namun hasilnya justru jadi malapetaka besar. Setelah meminum ramuan tersebut, Sadimin memang terlihat muda kembali, tapi tubuhnya mengalami perubahan mengerikan.

Awalnya, jamu itu nampak berhasil karena uban Sadimin pun menghilang.

Namun, tak lama ia justru mengalami perubahan aneh pada tubuhnya.

Diawali dengan kejang hebat dan muntah darah, tubuh Sadimin lantas berubah menjadi zombie.

Wabah pun menyebar cepat di desa Wanirejo. Dalam sekejap, tempat yang dulunya tenang berubah menjadi medan perang antara manusia dan zombie.

Di bagian akhir film ini, keluarga Sadimin yang masih tersisa harus berjuang melawan wabah zombie akibat jamu awet muda racikannya.

Dari Desa ke Jakarta: Akankah Wabah Zombie Meluas?

Menjelang akhir film, Kimo Stamboel menutup kisah Abadi Nan Jaya dengan cara misterius dan penuh teka-teki.

Salah satu adegan paling menegangkan terjadi ketika ramuan jamu dari perusahaan Wani Waras telah sampai ke ibu kota.

Karakter bernama Grace (Karina Suwandhi) terlihat meminum jamu tersebut dan tampak awet muda, padahal usianya sudah lanjut.

Momen itu memicu pertanyaan besar — apakah Grace akan menjadi zombie pertama di Jakarta?

Jika benar, maka film ini berpotensi berkembang menjadi kisah survival yang lebih besar di wilayah urban.

Wabah yang awalnya terjadi di desa kini mungkin akan menjadi ancaman nasional.

Akhir Menggantung dan Potensi Sekuel

Film Abadi Nan Jaya menutup ceritanya dengan akhir yang membuat penonton gelisah.

Tidak ada kepastian apakah keluarga Sadimin selamat, atau apakah wabah zombie akan meluas hingga ke Jakarta.

Hingga kini belum ada pengumuman resmi dari Netflix maupun Kimo Stamboel.

Namun, melihat antusiasme penonton dan banyaknya misteri yang belum terjawab, peluang munculnya sekuel Abadi Nan Jaya Part 2 sangat terbuka lebar.

Film ini meninggalkan banyak misteri, apakah keluarga Sadimin selamat, siapa yang akan menemukan sumber wabah, dan apakah Jakarta siap menghadapi ancaman zombie berikutnya?

Deretan Pemeran dan Elemen Horor Lokal yang Kuat

Selain kisahnya yang menegangkan, film ini juga diperkuat oleh jajaran aktor papan atas:
Mikha Tambayong, Eva Celia Latjuba, Donny Damara, Marthino Lio, Dimas Anggara, Ardit Erwandha, Karina Suwandhi, hingga Kiki Narendra.

Kehadiran mereka membuat dinamika konflik keluarga terasa nyata — dari ambisi, keserakahan, hingga cinta yang terpaksa diuji di tengah wabah.

Berdurasi 1 jam 57 menit, film ini akan membawa penonton menyaksikan perjalanan satu keluarga yang berjuang untuk bertahan hidup di tengah serbuan zombi.

Tidak hanya menampilkan perjuangan hidup, film ini juga menyoroti konflik keluarga hingga tradisi leluhur yang menyimpan misteri.

Film ini juga memperlihatkan bagaimana unsur budaya lokal seperti jamu tradisional dan mitos leluhur Jawa bisa menjadi bahan dasar cerita horor yang otentik dan berkelas. (lz)

Sejumlah kepala desa ikut tampil dalam pergelaran Festival Gandrung Sewu. Mereka cukup piawai memainkan selendang gandrung.
Sejumlah kepala desa ikut tampil dalam pergelaran Festival Gandrung Sewu. Mereka cukup piawai memainkan selendang gandrung.
Perjuangan peserta UB Forest Trail Run melibas trek pegunungan.
Perjuangan peserta UB Forest Trail Run melibas trek pegunungan.
Rayyan, 12, berhasil menaklukkan medan terjal dan licin di UB Forest Trail Run.
Rayyan, 12, berhasil menaklukkan medan terjal dan licin di UB Forest Trail Run.
Editor : Laila Zakiya
#sinopsis #Abadi Nan Jaya #film