SOLOBALAPAN.COM - Bagi kamu yang sedang berjuang melawan jerawat, perawatan dari luar saja tidak cukup.
Pola makan juga memainkan peran penting dalam kesehatan kulit.
Melalui akun TikTok-nya, dokter kulit dr. Metz (@dokter.metz) membagikan insight penting mengenai lima jenis makanan yang sebaiknya dihindari untuk mencegah jerawat dan peradangan kulit.
Menurut dr. Metz, beberapa jenis makanan dapat memicu respons hormonal dan inflamasi dalam tubuh, yang kemudian berujung pada munculnya jerawat.
Apa saja makanan yang perlu diwaspadai?
1. Karbohidrat Olahan dan Tepung
Makanan seperti roti putih, pasta, dan kue manis tergolong karbohidrat olahan yang cepat meningkatkan kadar gula darah.
Lonjakan ini dapat memicu produksi sebum berlebih dan menyebabkan peradangan kulit, sehingga memperparah jerawat.
2. Gula
Konsumsi gula berlebihan bisa menjadi musuh utama kulit.
Gula memicu peradangan sistemik, memperburuk kondisi jerawat, dan menghambat proses regenerasi kulit.
Hindari makanan dan minuman manis berlebihan jika ingin kulit tampak sehat.
3. Produk Susu
Banyak orang memiliki intoleransi laktosa tanpa disadari.
Hal ini bisa memicu reaksi inflamasi dalam tubuh yang berdampak langsung pada kulit, termasuk timbulnya jerawat.
Cobalah membatasi konsumsi susu, keju, dan yogurt jika kulit sering bermasalah.
4. Gorengan
Bukan hanya soal kandungan minyak, tetapi juga cara pengolahannya.
Minyak yang digunakan berulang kali dapat menghasilkan senyawa pro-inflamasi, yang memperparah kondisi kulit. Kurangi konsumsi gorengan jika ingin mengurangi jerawat.
5. Fast Food
Makanan cepat saji biasanya mengandung*lemak jenuh, sodium tinggi, dan indeks glikemik (GI) yang tinggi.
Kombinasi ini bisa menyebabkan lonjakan insulin, memperparah peradangan, dan membuat jerawat semakin meradang.
---
Dengan membatasi konsumsi makanan-makanan di atas, kamu bisa mendukung proses penyembuhan kulit dari dalam dan membantu menjaga kulit tetap bersih serta bebas jerawat.
Untuk hasil optimal, kombinasikan dengan perawatan kulit yang sesuai dan gaya hidup sehat lainnya. (sbl/lz)
Editor : Laila Zakiya