Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Ending Final Destination: Bloodline, Film Horor yang Tembus 1 Juta Penonton di Hari Pertama di Bioskop Indonesia

Didi Agung Eko Purnomo • Rabu, 21 Mei 2025 | 02:05 WIB
Poster Final Destination Bloodlines.
Poster Final Destination Bloodlines.

SOLOBALAPAN.COM - Baru beberapa hari tayang, film horor Final Destination: Bloodline sudah mencetak prestasi luar biasa.

Film keenam dari seri legendaris Final Destination ini resmi dirilis pada 14 Mei 2025 dan langsung memikat jutaan penonton di seluruh dunia.

Di Indonesia, menurut data dari Cinepoint, hingga Minggu (18/5), film ini sudah ditonton lebih dari 1 juta penonton, tepatnya 1.024.843 orang.

Sementara itu, secara global, situs Box Office Movie melaporkan bahwa Final Destination: Bloodline telah mengantongi penghasilan sebesar 102 juta Dolar AS atau sekitar Rp1,6 triliun, menjadikannya sebagai film box office ke-9 paling laris tahun 2025 sejauh ini.

Namun, di balik kesuksesan komersialnya, banyak penonton justru dibuat penasaran—dan kebingungan—oleh akhir film yang tragis sekaligus penuh teka-teki.

Berikut penjelasan lengkap mulai dari alur hingga ending-nya.

Sinopsis Singkat Final Destination: Bloodline

Cerita bermula pada tahun 1968, ketika Iris Campbell dan tunangannya, Paul, menghadiri acara pembukaan resJutoran mewah bernama Sky View yang terletak di puncak gedung pencakar langit.

Namun di tengah pesta, Iris mendapat firasat buruk: gedung itu akan meledak.

Berbekal penglihatan itu, Iris segera memperingatkan semua orang untuk keluar dari gedung.

Aksinya berhasil menyelamatkan banyak nyawa, dan ia pun dianggap sebagai pahlawan.

Tapi siapa sangka, justru sejak saat itu Iris mencurangi “aturan” Kematian—yang dalam waralaba ini dikenal sebagai Death.

Lonjakan Waktu 65 Tahun Kemudian

Cerita kemudian melompat ke era modern, memperkenalkan Stefani Reyes, cucu Iris, yang mulai dihantui mimpi-mimpi aneh tentang Sky View Tower.

Bersama sahabatnya Val, Stefani mencoba mengungkap makna dari mimpi tersebut.

Penelusuran mereka membawa Stefani ke pertemuan dengan Iris yang sudah lanjut usia.

Dari Iris, terungkaplah bahwa semua orang yang selamat dari kejadian di masa lalu—termasuk keturunan mereka—menjadi target Death.

Artinya, Stefani kini berada dalam daftar incaran.

Upaya Stefani Menyelamatkan Diri

Stefani, bersama saudaranya Charlie, mencoba berbagai cara untuk lepas dari jerat kematian. Namun semua usaha terasa sia-sia.

Satu per satu anggota keluarga mereka tewas dalam insiden mengerikan dan tidak wajar.

Bahkan ketika mencoba memperingatkan kerabat lain, Stefani justru gagal menyelamatkan mereka.

Kemudian mereka bertemu J.B, sosok misterius yang mengungkap satu-satunya cara untuk menipu kematian: seseorang harus mati sejenak lalu dihidupkan kembali.

Tapi tentu saja, bermain-main dengan maut bukanlah tanpa risiko.

Akhir Tragis: Kematian Tetap Menang

Cerita hampir mencapai harapan ketika hanya Stefani dan Charlie yang tersisa. Dalam sebuah insiden di danau, Stefani sempat tenggelam dan tidak sadarkan diri.

Charlie berhasil menyelamatkannya lewat CPR. Mereka mengira kematian telah berhasil dikelabui.

Namun kenyataan berkata lain.

Adegan akhir menunjukkan seorang nenek yang menjatuhkan uang koin ke rel kereta, menyebabkan rangkaian kereta keluar jalur dan menabrak area pemukiman.

Charlie dan Stefani berhasil selamat dari tabrakan awal, tapi kemudian batang kayu dari truk pengangkut terlepas dan menewaskan mereka seketika.

Ternyata, ketika Stefani jatuh ke danau, ia tidak benar-benar mati, hanya pingsan. Maka, rantai kematian belum pernah benar-benar terputus.

Death tetap menagih “jatahnya”. Dengan kematian Charlie dan Stefani, maka garis keturunan Iris pun ikut terputus.

Akhir Terbuka yang Menghantui

Ending ini mengingatkan kita akan ciri khas waralaba Final Destination: bahwa Kematian tidak bisa ditipu, hanya bisa ditunda.

Meski para karakter berusaha keras melawan takdir, pada akhirnya “Death” selalu punya cara untuk menyelesaikan apa yang telah dimulai.

Apakah ini benar-benar akhir dari waralaba Final Destination, atau justru membuka potensi untuk sekuel baru dengan garis korban yang berbeda?

Para penggemar horor kini menanti kepastian—dan mungkin juga... giliran mereka. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#1 juta penonton #film horor #final destination #bioskop