Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Rambut Kering atau Lepek? Ini Rahasia Rambut Sehat Dimulai dari Memahami Porositasnya

Laila Zakiya • Minggu, 4 Mei 2025 | 17:01 WIB

 

Ilustrasi rambut.
Ilustrasi rambut.

SOLOBALAPAN.COM - Pernah merasa sudah memakai berbagai produk perawatan rambut, tapi hasilnya tetap kurang maksimal?

Bisa jadi kamu belum memahami satu aspek penting dari rambut, yakni porositas.

Memahami porositas rambut adalah kunci untuk menentukan produk dan metode perawatan paling efektif.

Dengan perawatan yang sesuai, rambut bisa tumbuh lebih sehat, kuat, dan berkilau.

Apa Itu Porositas Rambut?

Porositas rambut adalah kemampuan batang rambut untuk menyerap dan mempertahankan kelembapan.

Faktor utama yang memengaruhi porositas adalah kutikula—lapisan terluar rambut yang tersusun dari sel-sel kecil yang tumpang tindih.

Seberapa rapat atau renggang lapisan ini menentukan seberapa mudah air dan produk perawatan masuk dan keluar dari batang rambut.

Jenis-Jenis Porositas Rambut

Secara umum, porositas rambut dibagi menjadi tiga kategori:

1. Porositas Rendah (Low Porosity)

Rambut dengan porositas rendah memiliki kutikula yang sangat rapat, sehingga sulit menyerap air dan produk perawatan.

Namun, setelah kelembapan masuk, rambut ini cenderung mempertahankannya lebih lama.

Ciri-ciri:

• Rambut terasa licin saat basah.

• Lama untuk benar-benar basah.

• Produk cenderung menumpuk di permukaan rambut.

2. Porositas Sedang (Medium/Normal Porosity)

Tingkat porositas ideal.

Kutikula tidak terlalu rapat maupun terbuka, sehingga rambut bisa menyerap dan mempertahankan kelembapan dengan baik.

Ciri-ciri:

• Produk mudah terserap.

• Rambut mudah diatur dan terlihat berkilau.

• Tidak mudah kering atau berminyak.

3. Porositas Tinggi (High Porosity)

Rambut ini memiliki kutikula yang terbuka atau rusak, sehingga cepat menyerap kelembapan namun juga cepat kehilangan.

Ciri-ciri:

• Rambut cepat menyerap produk tapi tetap terasa kering.

• Mudah kusut, rapuh, dan bercabang.

• Sulit mempertahankan kelembapan.

Manfaat Mengetahui Porositas Rambut

Memahami porositas rambut sangat penting karena membantu kamu:

- Memilih Produk yang Tepat: Rambut dengan porositas rendah cocok dengan produk ringan, sedangkan rambut berporositas tinggi butuh formula yang lebih kaya dan melembapkan.

- Menyesuaikan Teknik Perawatan: Misalnya, rambut berporositas rendah bisa dibantu dengan pemanasan saat deep conditioning.

Rambut berporositas tinggi butuh teknik lock-in moisture.

- Mengidentifikasi Masalah: Rambut kering meskipun pakai pelembap bisa jadi tanda porositas tinggi.

- Mengoptimalkan Hasil Perawatan: Perawatan yang sesuai porositas bikin rambut lebih sehat, lembut, dan mudah diatur.

Cara Mengetahui Porositas Rambut

Kamu bisa melakukan dua tes sederhana di rumah:

1. Tes Air

Ambil satu helai rambut bersih, masukkan ke gelas berisi air.

• Mengapung = Porositas rendah

• Melayang di tengah = Porositas sedang

• Tenggelam = Porositas tinggi

2. Tes Semprot Air

Semprotkan sedikit air pada rambut kering dan perhatikan reaksi air.

• Air membentuk butiran di permukaan = Porositas rendah

• Air langsung terserap = Porositas tinggi

• Air terserap merata = Porositas sedang

Dengan memahami porositas rambut, kamu bisa menentukan produk dan perawatan yang paling cocok.

Yuk, kenali porositas rambutmu sekarang dan mulai langkah menuju rambut sehat yang kamu impikan! (sbl/lz)

 

Editor : Laila Zakiya
#perawatan #rambut #sampo