SOLOBALAPAN.COM - Celana cutbray yang sempat populer di era 70-an kini kembali menjadi primadona di kalangan anak muda pada tahun 2025.
Lebih dari sekadar mengikuti tren lawas, kembalinya celana dengan siluet melebar di bagian bawah ini memiliki alasan kuat yang menjadikannya sangat digemari oleh generasi Z.
Fenomena ini tampak jelas di berbagai platform media sosial dan pusat perbelanjaan, di mana celana cutbray semakin populer.
Gelombang tren retro yang melanda dunia fashion global menjadi salah satu pemicunya.
Generasi muda kini semakin tertarik pada estetika vintage dan mencari keunikan dalam berbusana.
Celana cutbray menawarkan sentuhan nostalgia sekaligus menjadi statement gaya yang berani.
Kenyamanan dan fleksibilitas juga menjadi alasan utama di balik popularitas celana cutbray.
Dengan desain yang nyaman, celana ini bisa dipadukan dengan crop top dan sneakers untuk tampilan kasual yang chic, atau dengan kemeja dan loafers untuk gaya yang lebih rapi namun tetap santai.
Kombinasi ini menjadikannya pilihan menarik untuk berbagai aktivitas sehari-hari.
Ekspresi diri juga berperan besar dalam kembalinya cutbray. Di tengah tren seragam, mengenakan celana cutbray dianggap sebagai cara untuk menonjolkan individualitas dan selera fashion yang berbeda.
“Aku suka cutbray karena beda aja dari celana yang lain. Lebih unik dan bikin gaya aku jadi lebih stand out,” ujar Dila, seorang mahasiswi di Yogyakarta.
Pengaruh media sosial dan influencer juga sangat signifikan. Banyak content creator yang menampilkan gaya dengan celana cutbray, menginspirasi pengikutnya untuk mencoba tren tersebut.
Visualisasi yang menarik di platform seperti Instagram dan TikTok semakin memperkenalkan kembali item fashion ini.
Didit Maulana, desainer ternama Indonesia, juga memberikan pandangannya tentang tren ini.
"Saya selalu percaya bahwa beberapa elemen fashion itu timeless. Celana cutbray adalah salah satunya," ujarnya dalam wawancara eksklusif dengan majalah ModeKita.
"Siluetnya yang unik memberikan kesan kaki yang lebih jenjang dan menciptakan statement visual yang kuat."
Celana cutbray kini tidak hanya sekadar tren sesaat, melainkan juga apresiasi terhadap gaya klasik yang timeless.
Ini menunjukkan bahwa fashion selalu berkembang, memberi ruang untuk eksplorasi dan ekspresi diri.
Rini, seorang pemilik butik lokal di Solo, menambahkan, “Kembalinya cutbray ini bukan sekadar pengulangan tren. Ada interpretasi baru dari anak muda, bagaimana mereka memadukannya dengan gaya personal mereka."
Baca Juga: Kabar Duka! Pengacara Kondang Hotma Sitompul Meninggal Dunia, Sempat Dirawat di ICU
Dengan kenyamanan, fleksibilitas, dan daya tarik estetika yang kuat, celana cutbray diprediksi akan terus menjadi bagian dari gaya hidup anak muda, membuka jalan bagi lebih banyak interpretasi kreatif di dunia fashion. (mgs)
Editor : Nindia Aprilia