SOLOBALAPAN.COM - Setelah 100 hari kepergian Yitta Dali Wassink, suami Jennifer Coppen yang meninggal dalam kecelakaan tunggal di Seminyak, Bali, keluarga masih merasakan duka mendalam.
Apalagi, Jennifer harus merawat putri kecil mereka, Kamari Sky Wassink, yang saat itu masih berusia beberapa bulan.
Sebagai bentuk penghormatan dan memenuhi janji yang pernah disampaikan, Jennifer Coppen memutuskan mengunggah video terakhir Yitta, yang akrab disapa Papa Dali, bersama Kamari di akun TikTok miliknya, @dali.wassink.
Video ini menunjukkan momen saat Papa Dali sedang membuatkan mash potato favorit Kamari dengan wajah bahagia. Sayangnya, sebelum video tersebut diunggah, Papa Dali meninggal dunia.
Jennifer, yang mengunggah video tersebut pada 100 hari setelah kepergian suaminya, menambahkan lagu “Saat Kau Telah Mengerti” dari Virgoun sebagai pengiring, menambah nuansa haru pada momen tersebut.
"Aku sudah tepatin janji Papa Dali," tulis Jennifer di caption unggahan, diikuti dengan kata-kata, "I'm so hurt right now" dan "aku sampai gemeteran."
Unggahan ini mengundang banjir komentar dari warganet yang ikut memberikan dukungan dan kekuatan pada Jennifer agar tetap kuat menjalani hari-hari bersama putri kecilnya.
Sejak diunggah, video tersebut telah menerima ribuan tanda suka dan ratusan komentar, dengan banyak pengikut Jennifer yang turut memberikan semangat.
Mereka memahami betapa berat kehilangan yang dialami oleh Jennifer dan keluarganya, terlebih karena Yitta Dali juga meninggalkan seorang ibu dan adik perempuan.
Dengan dukungan publik yang besar, Jennifer Coppen diharapkan dapat terus tabah dan kuat menjalani perannya sebagai ibu tunggal bagi Kamari.
Momen tersebut menjadi bukti cinta yang abadi bagi Yitta Dali Wassink dan kenangan yang tak akan pernah pudar di hati keluarganya.
Penasaran dengan video mukbang mash potato Kamari dan Papa Dali? berikut link videonya:
https://vt.tiktok.com/ZSjFhTo9J/
Sampai saat ini, Jennifer Coppen masih berusaha untuk ikhlas dan menerima kenyataan setelah suaminya meninggal dunia.
Ia beberapa kali telah mengambil project di Jakarta setelah sekian lama memutuskan untuk menenagkan diri. (nda)
Editor : Nindia Aprilia