SOLOBALAPAN.COM - Nama Ritsuki belakangan tengah jadi sorotan bahkan menjadi trending topic di media sosial terutama X.
Lebih dari 22 ribu postingan yang membahas soal Ritsuki membuatnya menjadi trending topic pada pagi hari ini, Jumat (30/8).
Lewat trending topic yang sedang viral, Ritsuki menjadi perbincangan karena Mega Kenichiro, orangtuanya.
Pasalnya, gaya parenting Mega Kenichiro dinilai terlalu keras sehingga panen kritikan.
Diketahui, Mega Kenichiro merupakan ibu dari Ritsuki.
Ia merupakan warga Indonesia yang kini tinggal dan menetap di Jepang bersama dengan suaminya dan kedua anaknya.
Mega Kenichiro dan Ritsuki serta anak sulungnya Natsuki kerap membagikan kesehariannya di media sosial sehingga punya banyak penggemar.
Lewat berbagai unggahan di YouTube maupun TikTok-nya, Mega Kenichiro sering membagikan momen saat dirinya menjahili Ritsuki.
Mulai dari mengageti anak bungsunya itu hingga berbagai hal jahil lainnya, Mega Kenichiro dinilai terlalu sering dengan sengaja membuat anaknya menangis.
Kelakuan Mega Kenichiro ke anaknya itu lantas jadi sorotan oleh pemilik akun @Denald.
Ia menilai jika gaya parenting Mega Kenichiro dengan kerap membuat anaknya menangis itu seharusnya tak dilakukan.
Menurut pemilik akun X tersebut, Mega Kenichiro bisa saja meninggalkan trauma kepada Ritsuki.
'Bikin anak nangis dengan dikagetin terus divideokan, itu lucunya di mana dah. Atau nakut-nakutin anak sampai nangis terus dia ketawa-ketawa, divideokan, lucunya yang mana,' sindir pemilik akun tersebut.
Ia kemudian menilai bahwa para penggemar Ritsuki tak wajar.
Pasalnya, mereka justru begitu senang melihat anak kecil seperti Ritsuki menangis.
Apalagi Mega Kenichiro kini sudah memiliki akun media sosial yang cukup besar, sehingga sudah sepatutnya dirinya untuk memberikan contoh parenting yang baik.
Walaupun demikian, unggahan akun X tersebut soal Mega Kenichiro dan Ritsuki lantas dibanjiri komentar dari para penggemarnya.
Banyak penggemar yang menilai jika gaya parenting Mega Kenichiro ke Ritsuki sudah semestinya dan tidak ada yang salah. (lz)
Editor : Laila Zakiya