Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Ayat Al- Quran Ini Menjelaskan Tentang Perintah Untuk Berpuasa, Yuk Simak Lebih Lengkapnya!

Nindia Aprilia • Senin, 4 Maret 2024 | 18:30 WIB
Surat Al-Baqarah ayat 183 adalah surat yang menjelaskan tentang perintah puasa di bulan Ramadhan.
Surat Al-Baqarah ayat 183 adalah surat yang menjelaskan tentang perintah puasa di bulan Ramadhan.

SOLOBALAPAN.COM - Beberapa hari lagi umat muslim akan melaksanakan ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh.

Tahun ini bulan suci ramadhan memasuki tahun 1445 H, dimana merupakan bulan ke sembilan tahun hijriyah.

Setiap ramadhan seluruh umat muslim yang telah baligh diwajibkan untuk menunaikan ibadah puasa.

Dimana puasa ini akan berlangsung selama satu bulan penuh dengan dilengkapi berbagai ibadah lainnya.

Dilansir dari Kemenag Kab. Pangandaran, perintah puasa ini pertama kali disyariatkan di tahun ke-2 Hijriyah, yaitu sesudah Rasulullah SAW hijrah dari Makkah ke Madinah.

Ibadah puasa selama sebulan ini adalah satu dari lima rukun islam yang harus dilaksanakan oleh umat islam.

Perintah berpuasa di bulan ramadhan ini dijelaskan dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 183:

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.

Istilah ini mengandung yang mendalam yaitu menunjukkan rasa gembira dan rasa Syukur akan datangnya sesuatu yang begitu Istimewa dan penuh barakah juga kemuliaan.

Secara umum taqwa berarti melaksanakan semua yang diperintahkan dan menjauhi semua yang dilarang. Pada prinsipnya taqwa adalah perintah bukan sebuah pilihan.

Dengan taqwa mampu melindungi diri akibat perbuatan sendiri yang buruk dan jahat. Karena itu jika taqwa diartikan “takut kepada Allah” maka sesungguhnya “takut pada akibat-akibat perbuatan sendiri, baik akibat-akibat di dunia maupun di akhirat" nanti.

Seseorang yang berpuasa dengan betul-betul berdasar motivasi keimanan dapat menjaga perbuatannya selama berpuasa, maka akan mendapat pencerahan Rohani dan dikembalikan kepada fitrahnya sebagai manusia. (Mg9/nda)

Editor : Nindia Aprilia
#puasa #ramadhan #Suci #bulan #al-quran