SOLOBALAPAN.COM — Otak sapi mungkin bukan bahan makanan yang pertama terpikir saat menyiapkan Makanan Pendamping ASI (MPASI).
Namun, jeroan ini dapat menjadi salah satu pilihan pangan hewani untuk bayi setelah berusia 6 bulan, selama diolah dengan aman dan diberikan sebagai bagian dari menu yang beragam.
Memasuki usia 6 bulan, kebutuhan energi dan zat gizi bayi mulai meningkat sehingga ASI saja tidak lagi mencukupi seluruh kebutuhan.
WHO merekomendasikan MPASI mulai usia 6 bulan dengan makanan yang cukup energi, protein, dan mikronutrien.
Kementerian Kesehatan juga menganjurkan pemberian pangan kaya protein hewani.
Baca Juga: Superfood Dari Laut: Manfaat Dan Khasiat Rumput Laut Untuk Kesehatan Tubuh
Sebagai pangan hewani, otak sapi mengandung protein dan lemak yang dapat menjadi bagian dari asupan bayi.
Protein berperan dalam pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan, sedangkan lemak menjadi salah satu sumber energi penting bagi bayi.
Namun, otak sapi tidak perlu dijadikan satu-satunya sumber protein.
Baca Juga: Menakar Khasiat Telur Bebek Asin vs Telur Ayam Rebus untuk Asupan Protein Harian
Menu MPASI tetap perlu beragam dengan mengombinasikan bahan seperti daging, ikan, telur, unggas, sayuran, dan sumber pangan lainnya agar kebutuhan zat gizi bayi lebih terpenuhi.
Otak sapi memiliki tekstur yang lembut sehingga setelah dimasak hingga matang, bahan ini relatif mudah dihaluskan dan dicampurkan dengan makanan lain sesuai kemampuan makan bayi.
Pada usia 6 bulan, bayi dapat mulai mengonsumsi makanan dengan tekstur dihaluskan atau ditumbuk.
Seiring bertambahnya usia, tekstur makanan dapat ditingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan anak.
Otak sapi juga dapat dipadukan dengan sumber karbohidrat dan sayuran dalam satu menu.
Baca Juga: 5 Manfaat Daun Kelor untuk Ibu Menyusui
Dengan begitu, makanan bayi tidak hanya mengandalkan satu bahan, tetapi tetap memperoleh variasi zat gizi.
Meski dapat menjadi salah satu pilihan pangan hewani, keamanan pengolahan otak sapi perlu diperhatikan.
Bahan harus berasal dari sumber yang aman, ditangani secara higienis, dan dimasak hingga matang untuk mengurangi risiko kontaminasi.
Baca Juga: Rekomendasi MPASI Anak Usia 6 Bulan! Bunda Wajib Tau Makanan Apa Saja yang Cocok untuk Dihidangkan
Kebersihan tangan, peralatan memasak, serta bahan makanan juga perlu diperhatikan ketika menyiapkan MPASI.
Makanan yang sudah matang sebaiknya ditangani dan disimpan dengan cara yang aman agar tidak mudah terkontaminasi.
Pemberian otak sapi juga sebaiknya tidak berlebihan. Menu MPASI perlu tetap beragam dan disesuaikan dengan usia serta kebutuhan bayi.
Jika bayi memiliki kondisi atau kebutuhan gizi khusus, orang tua dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Dengan pengolahan yang tepat, otak sapi dapat menjadi salah satu alternatif pangan hewani dalam MPASI.
Namun, manfaatnya perlu dilihat sebagai bagian dari pola makan yang beragam, bukan sebagai makanan tunggal yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan gizi bayi.
MPASI yang baik bukan hanya tentang memilih satu bahan makanan tertentu, tetapi memastikan bayi memperoleh makanan yang cukup, beragam, aman, dan sesuai dengan tahap perkembangannya. (Nurul Fadila)
Editor : Ferry Ardi Susanto