SOLOBALAPAN.COM - Komoditas kencur (Kaempferia galanga) kini kian laris manis di pasar-pasar tradisional hingga toko bahan herbal modern.
Rimpang beraroma khas ini tidak lagi sekadar dilirik sebagai penyedap masakan atau bahan baku utama jamu beras kencur, melainkan telah menjadi salah satu pilihan utama masyarakat dalam menjaga kesehatan secara alami.
Meningkatnya minat publik terhadap kencur didorong oleh tren gaya hidup back to nature masyarakat semakin selektif memilih penawar penyakit herbal yang minim efek samping sintetis.
Lantas, faktor apa saja yang membuat kencur kian populer dan digemari di industri pengobatan alami?
Baca Juga: Ada Apa dengan 22 September? Ini Deretan Peristiwa Penting dan Hari Peringatan Dunia
1. Kandungan Senyawa Aktif Kaya Manfaat
Popularitas kencur di dunia medis herbal bukanlah tanpa alasan.
Rimpang ini memuat beragam senyawa bioaktif penting yang memberikan dampak positif langsung bagi kesehatan tubuh:
2. Minyak Atsiri dan Etil P-metoksisinamat.
Senyawa tersebut memberikan rasa hangat alami sekaligus berperan sebagai agen antiinflamasi (antiperadangan) dan analgesik (penghilang rasa sakit).
3. Flavonoid dan Antioksidan.
Senyawa ini membantu menetralkan radikal bebas serta memperkuat sistem kekebalan tubuh dari serangan infeksi.
4. Antibakteri dan Antijamur.
Kencur juga efektif menekan pertumbuhan mikroorganisme merugikan di dalam saluran pernapasan dan pencernaan.
Salah satu keunggulan utama kencur yang paling dikenal masyarakat, yakni kemampuannya melegakan tenggorokan.
Sensasi hangat dari minyak atsiri kencur mampu mengencerkan dahak, meredakan gatal pada saluran pernapasan, serta mengurangi peradangan akibat batuk kronis.
Baca Juga: Kecut-Kecut Bikin Ketagihan: Rahasia Markisa Bikin Badan Tetap Fit dan Gak Gampang Layu
Selain itu, kandungan sifat antiinflamasi alami pada kencur membuat ramuan ini kerap diandalkan untuk meredakan nyeri otot, pegal linu, dan rasa lelah setelah beraktivitas berat.
Konsumsi seduhan kencur secara rutin terbukti ampuh mengembalikan kebugaran tubuh.
Bagi penderita masalah perut seperti kembung, mual, atau masuk angin, kencur bekerja sebagai karminatif—membantu mengeluarkan gas berlebih dari dalam saluran pencernaan.
Selain itu, kencur juga merangsang nafsu makan, khususnya pada anak-anak.
Ekstrak kencur memiliki efek relaksasi yang dapat menenangkan sistem saraf pusat.
Sensasi aroma aromatiknya sering dimanfaatkan untuk menurunkan tingkat kecemasan serta membantu tubuh menjadi lebih rileks di malam hari.
Faktor lain yang mendorong penjualan kencur di pasar herbal adalah fleksibilitas pengolahannya.
Jika dahulu kencur harus ditumbuk atau diparut secara manual, kini di pasaran telah banyak beredar produk kencur dalam bentuk bubuk murni, ekstrak kapsul, hingga minuman herbal instan siap seduh.
Meski demikian, para ahli kesehatan herbal menyarankan agar konsumen tetap memperhatikan dosis konsumsi.
Penggunaan kencur segar yang diseduh langsung dengan air hangat dan sedikit madu tetap menjadi cara terbaik untuk mendapatkan khasiat minyak atsiri secara utuh tanpa tambahan bahan pengawet. (cindy amelia putri)
Editor : Ferry Ardi Susanto