SOLOBALAPAN.COM - Salah satu alasan mengapa edamame sangat disukai para praktisi diet, yakni kandungan proteinnya yang mengagumkan.
Berbeda dengan jenis sayuran pada umumnya, edamame merupakan salah satu sumber protein nabati lengkap yang mengandung sembilan asam amino esensial.
Protein memainkan peranan kunci dalam proses penurunan berat badan.
Asupan protein yang cukup dapat merangsang pelepasan hormon pemicu rasa kenyang seperti peptide YY dan GLP-1, sekaligus menekan produksi hormon ghrelin yang memicu rasa lapar.
Dengan mengonsumsi edamame sebagai camilan atau campuran makanan utama, perut terasa kenyang lebih lama sehingga keinginan untuk mengonsumsi makanan ringan berkalori tinggi dapat ditekan.
Baca Juga: Kenapa Banyak Orang Melirik Pilates? Ini Manfaat Tersembunyi Yang Jarang Diketahui
1. Kaya Serat, Lancarkan Pencernaan
Selain protein, edamame kaya akan serat pangan (dietary fiber).
Serat bekerja secara bertahap dalam saluran pencernaan, membantu memperlambat proses penyerapan nutrisi dan mencegah lonjakan kadar gula darah secara mendadak.
Kandungan serat yang tinggi pada edamame juga sangat berguna untuk menjaga kesehatan mikroflora usus dan melancarkan buang air besar.
Pencernaan yang sehat dan lancar merupakan fondasi penting dalam metabolisme tubuh, yang membantu proses pengolahan lemak dan pembuangan sisa makanan berjalan lebih efektif.
2. Indeks Glikemik dan Kalori Rendah
Bagi siapa saja yang sedang menghitung asupan kalori harian, edamame adalah jawaban yang tepat.
Meskipun padat nutrisi, kandungan kalori dalam edamame tergolong rendah jika dibandingkan dengan camilan olahan atau kacang-kacangan lainnya.
Edamame juga memiliki indeks glikemik (GI) yang rendah.
Makanan dengan indeks glikemik rendah tidak akan memicu kenaikan kadar insulin secara drastis dalam darah.
Kadar insulin yang stabil sangat penting selama masa diet, karena tingginya kadar insulin dapat memicu tubuh untuk menyimpan lebih banyak lemak dan memicu rasa lapar berlebih.
Baca Juga: Kaya Antioksidan dan Antibakteri, Kenali Manfaat Oregano Yang Sering Jadi Pelengkap Hidangan Pizza
3. Dukung Pembentukan Otot dan Metabolisme
Saat menjalani program diet penurunan berat badan, risiko kehilangan massa otot sering kali terjadi akibat defisit kalori.
Kandungan protein yang tinggi pada edamame membantu menjaga serta membangun jaringan otot, terutama jika diimbangi dengan olahraga rutin.
Massa otot yang terjaga dengan baik sangat penting untuk mempertahankan laju metabolisme basal (Basal Metabolic Rate).
Semakin baik massa otot tubuh, semakin efektif pula tubuh dalam membakar kalori, bahkan saat sedang beristirahat.
Untuk mendapatkan manfaat penuh dari edamame tanpa menambah kalori ekstra, proses pengolahannya harus diperhatikan dengan cermat.
Edamame cukup direbus atau dikukus dalam waktu singkat.
Baca Juga: Team Liquid Dan LYON Dominasi First Team All-Pro LCS Summer 2026
Caranya, Rebus atau kukus edamame yang masih terbungkus polong selama 3-5 menit hingga warnanya hijau segar.
Hindari memasak terlalu lama agar kadar vitamin dan tekstur renyahnya tidak hilang.
Hindari garam berlebih untuk menjaga tekanan darah dan mencegah penumpukan cairan dalam tubuh (water retention). Atau bisa diganti dengan taburan bubuk lada hitam atau biji wijen.
Selain dimakan langsung dari polongnya sebagai camilan sore, biji edamame yang sudah dikupas bisa ditambahkan ke dalam salad sayur, sup bening, atau poke bowl berbasis nasi merah.
Edamame adalah perpaduan sempurna antara protein, serat, dan nutrisi penting yang rendah kalori.
Memasukkan si hijau ini ke dalam menu harian merupakan langkah cerdas untuk menjalani diet yang menyehatkan, mengenyangkan, dan tetap menyenangkan.(cindy amelia putri)
Editor : Ferry Ardi Susanto