Sering Jadi Sasaran Nyamuk? Pakar IPB Ungkap 7 Faktor Penarik Nyamuk, Salah Satunya Golongan Darah!

Damianus Bram • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 16:43 WIB
Ilustrasi digigit nyamuk/Magnific
Ilustrasi digigit nyamuk/Magnific

 

SOLOBALAPAN.COM — Lonjakan suhu udara di musim kemarau dan pancaroba ternyata membawa dampak langsung terhadap peningkatan populasi nyamuk di sekitar lingkungan rumah. Menariknya, nyamuk rupanya tidak asal hinggap dan menggigit manusia.

Dilansir dari JawaPos.com, pakar dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr Supriyono, menjelaskan bahwa serangga pengisap darah ini memiliki preferensi atau ketertarikan khusus terhadap zat dan kondisi tubuh tertentu pada calon mangsanya.

"Nyamuk sangat tertarik pada zat-zat kimia yang dikeluarkan melalui keringat seperti amonia dan asam laktat. Selain itu, emisi karbon dioksida (CO2) dari pernapasan serta suhu tubuh yang hangat menjadi petunjuk utama nyamuk," papar Dr Supriyono, dikutip dari JawaPos.com.

Baca Juga: Mengenal Tokoh Limbuk, Punokawan Putri yang Penuh Nasihat

Berikut adalah 7 faktor utama yang menyebabkan seseorang lebih sering menjadi sasaran gigitan nyamuk dibandingkan orang lain di sekitarnya:

1. Karbon Dioksida dari Hembusan Napas

Nyamuk memiliki kemampuan mendeteksi emisi CO2 dari jarak jauh. Orang dewasa dan individu yang baru selesai berolahraga secara alami menghasilkan CO2 lebih tinggi, sehingga lebih mudah terdeteksi oleh radar nyamuk.

2. Senyawa Senyawa Kimia pada Keringat

Keringat berlebih memicu pelepasan senyawa amonia dan asam laktat. Ketika bercampur dengan bakteri alami di permukaan kulit, aroma ini menjadi magnet kuat yang mengundang kedatangan nyamuk.

3. Suhu Tubuh yang Hangat

Suhu tubuh yang meningkat—baik akibat radiasi udara panas, aktivitas fisik, maupun kondisi demam—menjadi sinyal navigasi utama bagi nyamuk untuk menemukan pembuluh darah mangsanya.

4. Keunikan Golongan Darah

Sejumlah studi entomologi menunjukkan bahwa nyamuk memiliki preferensi terhadap jenis golongan darah tertentu. Pemilik golongan darah O dan B tercatat lebih sering dihinggapi nyamuk dibandingkan pemilik golongan darah lainnya.

5. Kontras Warna Pakaian

Selain indera penciuman, nyamuk memanfaatkan penglihatannya untuk berburu. Penggunaan pakaian berwarna gelap seperti hitam, merah, dan biru tua lebih mudah ditangkap oleh penglihatan nyamuk dibandingkan warna terang seperti putih atau kuning.

6. Karakteristik Bau Badan Alami

Komposisi aroma tubuh setiap orang dipengaruhi oleh pola makan, faktor genetik, dan mikroflora kulit. Kombinasi kimiawi tubuh yang khas membuat beberapa orang terasa lebih "manis" bagi indera penciuman nyamuk.

7. Kondisi Khusus Ibu Hamil

Ibu hamil cenderung lebih sering digigit nyamuk karena mengalami peningkatan suhu tubuh akibat laju metabolisme yang tinggi, serta frekuensi pernapasan yang mengeluarkan lebih banyak karbon dioksida. (dam)

Editor : Damianus Bram
suhu udara ipb nyamuk