SOLOBALAPAN.COM-Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia), atau yang sering dikenal sebagai bawang berlian, bawang tiwai, maupun bawang sabrang, merupakan salah satu tanaman herbal khas Kalimantan yang kian populer di dunia kesehatan. Dengan bentuk fisik berwarna merah terang yang mirip dengan bawang merah biasa, tanaman ini memiliki nilai medis tinggi berkat kandungan senyawa fitokimia dan antioksidan berlimpah di dalamnya.
Sejumlah riset dan kajian sains membuktikan bahwa tanaman tradisional ini tidak sekadar menjadi bahan racikan herbal lokal, tetapi juga menyimpan potensi besar sebagai pelindung tubuh dari berbagai ancaman penyakit kronis.
Baca Juga: Dari Ritual hingga Terapi Kesehatan, Ini Enam Fungsi Tari dalam Kehidupan
Profil Nutrisi dan Kandungan Fitokimia Bawang Dayak
Warna merah pekat pada Bawang Dayak berasal dari kandungan antosianin, sejenis antioksidan kuat dari kelompok flavonoid. Selain antosianin, Bawang Dayak mengandung deretan senyawa aktif penting, di antaranya:
-
Flavonoid & Polifenol: Senyawa antioksidan penangkal radikal bebas dan pencegah kerusakan sel.
-
Alkaloid & Tanin: Berperan penting dalam meningkatkan metabolisme dan melawan agen penyebab penyakit.
-
Saponin & Triterpenoid: Membantu sistem kekebalan tubuh dan menjaga kesehatan organ dalam.
-
Eleutherinoside A & Eleutherol: Senyawa khas Bawang Dayak yang membantu metabolisme glukosa.
Baca Juga: Kawal Aksi Aspirasi di Jakarta, Polda Metro Jaya Kedepankan Layanan Kesehatan untuk para Massa
Ragam Manfaat Bawang Dayak untuk Kesehatan
Berdasarkan pengujian laboratorium dan kajian medis pendukung, berikut adalah sejumlah manfaat utama Bawang Dayak bagi kesehatan tubuh yang perlu diketahui:
1. Menjaga dan Mengontrol Kadar Gula Darah
Bawang Dayak berpotensi membantu mencegah serta mengendalikan penyakit diabetes tipe 2. Kandungan eleutherinoside A bekerja dengan cara menghambat penyerapan karbohidrat berlebih di usus serta membantu mengoptimalkan penyerapan gula dari darah ke dalam sel otot dan hati.
Baca Juga: Bukan Sekadar Umbi Rebus, Suweg Ternyata Bisa Disulap Jadi Tepung untuk Cookies dan Brownies
2. Menangkal Radikal Bebas dan Mencegah Kerusakan Sel
Paparan polusi udara, asap rokok, serta pola makan buruk memicu pembentukan radikal bebas yang berpotensi merusak DNA dan sel tubuh. Kandungan polifenol dan flavonoid yang tinggi pada umbi ini berfungsi menetralkan molekul bahaya tersebut sehingga risiko penyakit kronis dapat diminimalkan.
3. Memiliki Sifat Antimikroba untuk Melawan Infeksi
Ekstrak Bawang Dayak terbukti mampu menghambat pertumbuhan bakteri merugikan, seperti Staphylococcus aureus hingga Shigella sp. Senyawa bioaktif di dalamnya dapat membantu tubuh mengatasi infeksi pada kulit, pencernaan, hingga saluran kemih.
Baca Juga: Sekilas Seperti Sop, tapi Isinya Mi dan Sosis Solo, Kenali Bakmi Toprak
4. Membantu Memelihara Kepadatan Tulang
Penurunan kadar hormon estrogen pada wanita usia menopause berisiko menurunkan kepadatan tulang (osteoporosis). Beberapa studi menunjukkan bahwa ekstrak Bawang Dayak mengandung senyawa fitoestrogen yang mampu mengikat reseptor estrogen tubuh, sehingga berpotensi menjaga kepadatan dan berat tulang.
5. Mendorong Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah
Bawang Dayak diduga mampu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) serta lemak darah (trigliserida). Selain itu, kandungan fenolik dan sifat antiinflamasinya membantu mengurangi risiko penyumbatan pembuluh darah yang menjadi pemicu utama serangan jantung.
Cara Mengonsumsi dan Catatan Penting
Untuk memperoleh khasiatnya, Bawang Dayak biasanya dikonsumsi dengan cara:
-
Air Seduhan/Teh Herbal: Umbi Bawang Dayak diiris tipis, dikeringkan, kemudian diseduh menggunakan air hangat.
-
Kapsul Ekstrak: Dijual dalam bentuk suplemen herbal siap pakai yang sudah diproses secara higienis.
Baca Juga: Sarwendah Pamer Hasil Tes HIV, Minta Ruben Onsu Juga Jalani Audit Kesehatan Agar Bisa Ketemu Anak
Meski memiliki potensi kesehatan yang kaya, penggunaan Bawang Dayak sebagai terapi pendamping sebaiknya tetap disesuaikan dengan petunjuk penggunaan. Hindari mengoleskan umbi Bawang Dayak segar langsung ke permukaan kulit karena senyawa diallyl disulfide di dalamnya dapat memicu reaksi iritasi atau sensasi terbakar pada kulit sensitif. Selalu konsultasikan dengan tenaga medis atau dokter apabila mengonsumsinya bersamaan dengan obat resep rutin.(cindy amelia putri).
Editor : Kabun Triyatno