SOLOBALAPAN.COM – Baru sampai rumah setelah kuliah atau kerja, rasanya badan sudah minta rebahan. Tas langsung ditaruh, sepatu dilepas, lalu muncul keinginan untuk tidak melakukan apa-apa selama beberapa jam.
Padahal, kalau dipikir-pikir, seharian tidak melakukan aktivitas fisik yang berat. Kebanyakan waktu justru dihabiskan sambil duduk di depan laptop, mengikuti kelas, mengerjakan tugas, bekerja, menghadiri rapat, atau menatap layar ponsel.
Lantas, kenapa tetap terasa capek?
Jawabannya tidak sesederhana karena kurang olahraga. Rutinitas yang banyak melibatkan duduk dan layar juga bisa membuat tubuh dan pikiran mengalami kelelahan.
Baca Juga: Manfaat Kacang-Kacangan Bagi Kesehatan Tubuh, Ada Yang Cocok Untuk Program Diet
Duduk Seharian Bukan Berarti Tubuh Benar-Benar Istirahat
Duduk memang membutuhkan energi yang lebih sedikit dibandingkan aktivitas fisik berat. Namun, duduk dalam waktu lama termasuk perilaku sedentari, yaitu aktivitas saat terjaga dengan pengeluaran energi yang rendah seperti duduk atau berbaring.
World Health Organization (WHO) merekomendasikan agar waktu sedentari dikurangi dan digantikan dengan aktivitas fisik, bahkan aktivitas dengan intensitas ringan.
Artinya, meskipun seseorang tidak sedang berlari atau mengangkat benda berat, tubuh tetap membutuhkan jeda untuk bergerak.
Seharian berada dalam posisi yang sama juga dapat membuat tubuh terasa kaku dan tidak nyaman. Tidak heran jika setelah berjam-jam duduk di depan laptop, seseorang justru merasa ingin segera berbaring ketika sampai rumah.
Baca Juga: Kecil-Kecil Cabe Rawit, Ini Khasiat Fantastis Kayu Manis Untuk Kesehatan Tubuh
Mata Juga Bisa Ikut Lelah
Ada satu bagian tubuh yang sering dilupakan ketika membicarakan kelelahan setelah kuliah atau kerja: mata.
Bagi orang yang menghabiskan banyak waktu di depan komputer atau ponsel, mata terus digunakan untuk melihat objek dalam jarak dekat. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan digital eye strain atau kelelahan mata akibat penggunaan perangkat digital dalam waktu lama.
American Academy of Ophthalmology melalui EyeWiki mencatat bahwa penggunaan komputer, tablet, dan ponsel dalam waktu lama dapat berkaitan dengan gejala seperti mata lelah, mata kering, sakit kepala, serta nyeri pada leher dan bahu.
Jadi, ketika seharian kuliah atau bekerja di depan layar kemudian masih dilanjutkan dengan scrolling media sosial di perjalanan pulang, sebenarnya mata belum benar-benar mendapatkan waktu istirahat.
Bukan Cuma Badan, Otak Juga Bisa Lelah
Inilah bagian yang sering membuat seseorang bingung.
“Seharian cuma duduk, kok capek banget?”
Karena yang bekerja bukan hanya tubuh, tetapi juga pikiran.
Mengikuti kelas, membaca materi, mengerjakan tugas, menyelesaikan pekerjaan, membalas pesan, mengikuti rapat, hingga berpindah dari satu tugas ke tugas lain membutuhkan perhatian dan konsentrasi.
Baca Juga: Makin Banyak Istilah Baru, Apa Itu “Bahasa Korporat”?
Kelelahan mental juga dapat membuat seseorang merasa kehabisan energi meskipun aktivitas fisiknya tidak terlalu berat.
Dalam survei American Psychological Association, pekerja melaporkan berbagai dampak stres kerja, termasuk berkurangnya energi dan motivasi, kesulitan berkonsentrasi, serta kelelahan kognitif.
Itulah sebabnya ada hari ketika seseorang pulang dengan kondisi fisik yang sebenarnya masih sanggup melakukan aktivitas, tetapi rasanya sudah tidak memiliki tenaga untuk berpikir.
Kenapa Rasanya Ingin Rebahan Terus?
Keinginan untuk langsung rebahan setelah aktivitas panjang sebenarnya cukup masuk akal.
Sepanjang hari, tubuh mungkin berada dalam posisi duduk, sementara pikiran terus menerima informasi dan menyelesaikan berbagai tugas. Ditambah perjalanan, interaksi dengan orang lain, notifikasi ponsel, hingga berbagai hal kecil yang harus dipikirkan, energi yang terkuras bukan hanya energi fisik.
Masalahnya, waktu istirahat terkadang justru diisi dengan aktivitas digital lain.
Sudah lelah karena bekerja di depan laptop, sampai rumah malah membuka TikTok. Sudah seharian mengikuti kelas, malamnya masih berpindah dari Instagram ke YouTube.
Akibatnya, tubuh memang sudah berhenti bekerja, tetapi mata dan pikiran belum tentu benar-benar mendapatkan jeda.
Tidak Harus Langsung Olahraga Berat
Kalau rutinitas sehari-hari memang membuat sebagian besar waktu dihabiskan sambil duduk, solusinya tidak harus langsung olahraga berat.
WHO menyebut bahwa aktivitas fisik dalam jumlah berapa pun lebih baik daripada tidak sama sekali. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki juga termasuk gerakan yang dapat dilakukan dalam keseharian.
Jeda singkat juga dapat membantu memutus waktu duduk yang terlalu panjang. WHO pernah merekomendasikan untuk mengurangi periode duduk panjang dengan jeda beberapa menit untuk berdiri, melakukan peregangan, atau berjalan sebentar.
Sementara untuk pekerjaan yang melibatkan layar, EyeWiki juga menyarankan jeda berkala dan mengingatkan pengguna untuk berkedip lebih sering guna membantu mengurangi keluhan akibat digital eye strain.
Jadi, tidak perlu langsung memasang target olahraga yang besar. Berdiri sebentar setelah menyelesaikan satu pekerjaan, berjalan mengambil minum, melakukan peregangan, atau berjalan kaki beberapa menit juga bisa menjadi awal.
Pada akhirnya, capek setelah kuliah atau kerja bukan berarti seseorang terlalu malas bergerak. Ada banyak hal yang tetap menguras energi meskipun aktivitas seharian terlihat hanya duduk dan menatap layar.
Jadi, kalau hari ini baru pulang kuliah atau kerja dan rasanya ingin langsung rebahan, mungkin tubuh memang sedang meminta jeda.
Sesekali, tidak apa-apa untuk berhenti sebentar. Yang penting, jangan sampai seluruh hari berlalu dalam posisi yang sama. (Ina)
Editor : Inayah Choirunisa