SOLOBALAPAN.COM - Di tengah maraknya tren pola makan sehat, kacang-kacangan kini makin populer sebagai menu wajib bagi yang sedang menjalani program diet.
Meskipun sempat dihindari karena kandungan lemaknya, berbagai studi kesehatan justru membuktikan bahwa kandungan dalam kacang-kacangan adalah lemak baik.
Sangat dibutuhkan tubuh saat program penurunan berat badan.
Kacang kacangan dikenal sebagai bahan makanan yang kaya akan serat protein nabati, vitamin, dan mineral.
Jenisnya juga beragam, mulai dari kacang hitam, kacang pintu, kacang lima, kacang garbanzo, dan sebagainya.
Ahli gizi menyebut, konsumsi kacang-kacangan secara terukur dapat mendukung penurunan berat badan yang efektif tanpa mengurangi asupan gizi harian.
Bahan ini dapat ditambahkan ke dalam makanan pokok saat menjalani program diet, karena dapat membantu mendukung kesehatan jantung maupun pencernaan.
Baca Juga: 5 Manfaat Pure Matcha untuk Kulit Wajah, Bantu Cerahkan Kulit hingga Atasi Jerawat
1. Membuat Perut Terasa Kenyang Lebih Lama
Kandungan serat dan protein yang tinggi pada kacang-kacangan memperlambat proses pencernaan di dalam tubuh.
Hal ini membantu menekan hormon lapar (ghrelin), sehingga tubuh merasa kenyang lebih lama.
Kondisi ini membuat keinginan untuk mengudap makanan berkalori tinggi dapat berkurang.
2. Lemak Tak Jenuh Baik untuk Jantung
Mayoritas lemak dalam kacang seperti almon, walnuts, dan mete adalah lemak tak jenuh tunggal dan ganda (omega-3).
Jenis lemak sehat ini berfungsi menjaga kesehatan jantung, menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), serta mendukung metabolisme tubuh selama masa diet.
Mengonsumsi kacang-kacangan setiap hari dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, yang meliputi penyakit arteri koroner, stroke, dan serangan jantung.
Salah satu kontributor utama penyakit kardiovaskular adalah mengonsumsi banyak lemak jenuh.
Mengonsumsi lemak jenuh berlebih dalam diet dapat meningkatkan peluang Anda terkena penyakit jantung.
Kacang-kacangan mengandung lebih sedikit lemak jenuh daripada sumber protein lain, seperti daging merah dan dapat mengurangi peradangan yang dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular.
Nutrisi yang ditemukan dalam kacang, termasuk serat, kalium, dan senyawa tumbuhan saponin, membantu menjaga kolesterol tetap rendah.
Saponin umumnya ditemukan dalam kacang-kacangan lain dan membantu tubuh memproses kolesterol secara efisien.
3. BAB Lebih Teratur
Serat dalam kacang kacangan dapat mencegah sembelit dan meningkatkan buang air besar menjadi teratur.
Baca Juga: Kecil-Kecil Cabe Rawit, Ini Khasiat Fantastis Kayu Manis Untuk Kesehatan Tubuh
Mendapatkan cukup serat juga membantu menjaga keseimbangan sistem pencernaan,mempercepat atau memperlambat pencernaan sesuai dengan kebutuhan.
Serat larut dalam kacang juga membantu kita mengatasi diare dengan cara memperlambat pencernaan.
Kacang kacangan mengandung pati resisten yang berfermentasi di usus besar dan menahan percepatan pencernaan di usus kecil.
Pati resisten dalam kacang membantu bakteri baik dan asam lemak tumbuh di usus besar.
Selain mendukung kesehatan pencernaan,bakteri dalam usus juga mendukung kesehatan usus.
erat dalam kacang kacangan dapat mencegah sembelit dan meningkatkan buang air besar menjadi teratur.
Mendapatkan cukup serat juga membantu menjaga keseimbangan sistem pencernaan,mempercepat atau memperlambat pencernaan sesuai dengan kebutuhan.
Serat larut dalam kacang juga membantu kita mengatasi diare dengan cara memperlambat pencernaan.
Kacang kacangan mengandung pati resisten yang berfermentasi di usus besar dan menahan percepatan pencernaan di usus kecil.
Pati resisten dalam kacang membantu bakteri baik dan asam lemak tumbuh di usus besar.
Baca Juga: Sering Mual dan Pusing Di Perjalanan, Ini Cara Mudah Mengatasinya
Selain mendukung kesehatan pencernaan,bakteri dalam usus juga mendukung kesehatan usus.
4. Meningkatkan Pembakaran Kalori
Protein yang terkandung dalam kacang-kacangan membutuhkan energi lebih besar untuk dicerna oleh tubuh—proses ini dikenal sebagai thermic effect of food (TEF).
Artinya, tubuh membakar lebih banyak kalori hanya untuk mengolah nutrisi dari kacang yang Anda konsumsi.
5. Membantu Program Diet
Ada beberapa jenis kacang yang cocok dikonsumsi untuk program diet atau penuruan berat badan.
Di antaranya kacang almon yang sangat kaya akan vitamin E dan serat. Almon ideal untuk menjaga kesehatan kulit dan pencernaan.
Kemudian kacang walnut yang mengandung asam lemak Omega-3 paling tinggi. Sangat sangat baik untuk fungsi otak dan efek antiinflamasi.
Berikutnya kacang pistachio yang kadar kalorinya lebih rendah dibanding jenis kacang lainnya.
Terakhir, kacang tanah. Kacang tanah merupakan pilihan ekonomis yang kaya akan protein dan magnesium, asalkan diolah tanpa minyak berlebih.
Baca Juga: Cegah Risiko Gagal Ginjal Sejak Dini, Simak 4 Manfaat Ajaib Rutin Minum Kopi Hitam di Sini
Terkait tips mengonsumsi kacang saat diet, perhatikan porsinya. Batasi konsumsi sekira satu genggam tangan (28-30 gram) per hari karena kalori kacang cukup padat.
Kemudian pilih olahan alami. Hindari kacang yang digoreng, ditambah gula, atau garam berlebih. Pilih variannya dengan cara memanggang (roasted) atau sangrai (raw/baked).
Berikutnya, jadikan camilan di sela jam makan. Mengonsumsi kacang antara pagi dan sore hari akan membantu mencegah pola makan berlebihan.
6. Mengontrol Gula Darah
Kacang kacangan mengandung protein, serat, dan pati resisten. Kandungan ini membantu mengontrol gula darah, serta memperlambat penyerapan gula dalam darah.
Kacang-kacangan memiliki indeks glikemik rendah, artinya sedikit berpengaruh pada peningkatan kadar gula darah.
Di samping itu kacang-kacangan juga kaya akan magnesium.
Mineral ini memainkan peran penting dalam pengaturan gula darah dan menurunkan risiko diabetes tipe 2. (cindy amelia putri)
Editor : Ferry Ardi Susanto