SOLOBALAPAN.COM – Bunyi “Kretek” saat jari-jari tangan ditarik atau ditekuk mungkin sudah menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari sebagian orang.
Ada yang melakukannya ketika merasa tegang.
Ada pula yang sengaja membunyikan Jari karena merasa tangan menjadi lebih ringan setelahnya.
Namun, kebiasaan sederhana tersebut selama bertahun-tahun kerap dikaitkan dengan berbagai anggapan.
Baca Juga: “Wacana Menahun”: Kenapa Susah Banget Konsisten Mulai Hidup Sehat?
Salah satunya adalah anggapan bahwa terlalu sering mengkretek jari dapat menyebabkan rematik ketika seseorang berusia lanjut.
Bahkan, ada yang menghubungkannya dengan Rheumatoid arthritis (RA) atau rematik autoimun.
Benarkah demikian?
Baca Juga: Wow Si Hijau Daun Seledri Ternyata Ampuh Untuk Atasi Hipertensi, Simak Cara Konsumsinya
Bunyi “Kretek” Bukan Tulang yang Patah
Suara yang terdengar ketika buku jari dibunyikan ternyata bukan berarti tulang sedang bergesekan atau mengalami kerusakan.
Harvard Health menjelaskan bahwa suara tersebut berkaitan dengan perubahan tekanan di dalam sendi dan gelembung gas pada cairan sinovial yang menghasilkan bunyi ketika sendi diregangkan.
Cairan sinovial sendiri berfungsi membantu melumasi sendi.
Karena itu, bunyi yang terdengar keras tidak otomatis berarti terjadi kerusakan pada tulang atau sendi.
Lalu, Apakah Bisa Menyebabkan Rematik?
Jawabannya Tidak ada bukti kuat bahwa mengkretek jari menyebabkan arthritis.
Harvard Health menyebut sejumlah penelitian yang membandingkan orang yang terbiasa membunyikan buku jari dengan mereka yang tidak menunjukkan bahwa kebiasaan tersebut kemungkinan tidak meningkatkan risiko arthritis pada tangan.
Arthritis Foundation juga secara tegas memasukkan anggapan bahwa membunyikan buku jari menyebabkan arthritis sebagai mitos.
Jadi, suara “Kretek” yang terdengar setiap kali jari ditarik bukanlah penyebab seseorang kemudian mengalami rematik autoimun.
Berbeda dengan Rheumatoid Arthritis
Hal yang juga sering tertukar adalah istilah Rematik dengan rheumatoid arthritis.
Rheumatoid arthritis merupakan penyakit autoimun dan inflamasi.
Pada kondisi tersebut, sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringan tubuh sendiri sehingga menimbulkan peradangan pada sendi. RA dapat menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan kekakuan, terutama pada beberapa sendi seperti tangan, pergelangan tangan, dan lutut.
Penyebab pasti RA sendiri belum diketahui.
Namun, sejumlah faktor diketahui berkaitan dengan peningkatan risikonya.
CDC mencatat faktor seperti usia, faktor genetik, riwayat keluarga, serta kebiasaan merokok sebagai beberapa faktor yang berhubungan dengan risiko rheumatoid arthritis.
Artinya, rheumatoid arthritis tidak sesederhana muncul karena seseorang memiliki kebiasaan membunyikan jari.
Bukan Berarti Kebiasaan Ini Selalu Tanpa Risiko
Meski tidak terbukti menyebabkan arthritis, bukan berarti seseorang dianjurkan membunyikan jari dengan tenaga berlebihan.
Harvard Health mencatat adanya laporan mengenai cedera seperti cedera tendon atau dislokasi yang terjadi ketika seseorang berusaha membunyikan sendi dengan cara yang terlalu kuat.
Beberapa penelitian juga menemukan adanya kaitan antara kebiasaan membunyikan buku jari secara kronis dengan pembengkakan tangan dan penurunan kekuatan genggam, meskipun hal tersebut tidak menunjukkan peningkatan kejadian arthritis.
Karena itu, masalahnya lebih berkaitan dengan Cara dan kekuatan saat membunyikan sendi, bukan suara “kretek” itu sendiri.
Kapan Bunyi Jari Perlu Diperhatikan?
Bunyi pada sendi umumnya tidak perlu langsung membuat seseorang panik, terutama jika tidak disertai keluhan lain.
Namun, situasinya berbeda apabila bunyi tersebut muncul bersama Rasa sakit, pembengkakan, kekakuan, sendi terasa tidak stabil, atau kesulitan menggerakkan jari.
Harvard Health menyarankan agar keluhan seperti bunyi sendi yang disertai nyeri atau pembengkakan diperiksakan karena dapat menjadi tanda adanya masalah pada sendi atau jaringan di sekitarnya.
Terlebih jika keluhan berlangsung terus-menerus atau semakin berat.
Jadi, Haruskah Berhenti Mengkretek Jari?
Jika selama ini membunyikan jari menjadi kebiasaan, tidak perlu langsung percaya bahwa kebiasaan tersebut akan menyebabkan rheumatoid arthritis.
Sampai saat ini, bukti yang tersedia tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat antara mengkretek jari dan Rheumatoid arthritis.
Namun, hindari menarik atau menekan sendi secara berlebihan.
Dan jika kebiasaan tersebut selalu diikuti rasa sakit atau pembengkakan, jangan hanya menganggapnya sebagai “Kretek biasa”.
Pada akhirnya, suara dari persendian tidak selalu berarti penyakit.
Yang lebih penting adalah memperhatikan gejala yang menyertainya.
Sebab, dalam urusan kesehatan, satu bunyi mungkin tidak berarti banyak.
Tetapi ketika bunyi tersebut datang bersama rasa sakit dan perubahan pada sendi, tubuh mungkin sedang memberikan tanda yang tidak sebaiknya diabaikan. (siti putri lestari)
Editor : Kabun Triyatno