Suka Scroll Ponsel Sebelum Tidur? Ini Dampaknya bagi Tubuh

Adi Pras • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 17:12 WIB
Kebiasaan scroll ponsel sebelum tidur. (AI Generated)
Kebiasaan scroll ponsel sebelum tidur. (AI Generated)

SOLOBALAPAN.COM - Suka scroll ponsel sebelum tidur? Kebiasaan ini mungkin terasa sepele. Awalnya hanya ingin melihat beberapa konten sebelum memejamkan mata, tetapi tanpa sadar waktu tidur justru semakin mundur karena terus penasaran dengan konten berikutnya.

Scroll ponsel menjelang tidur memang menyenangkan. Berbagai konten yang muncul membuat seseorang terdorong untuk terus melihat dan mencari informasi baru.

Namun, jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan tersebut dapat memengaruhi kualitas tidur dan kondisi tubuh pada keesokan harinya.

Baca Juga: Ning Najma Tsuroyya Anak Siapa? Resmi Dipersunting Kadam Sidik, Ternyata Putri Kyai Tuban

Cahaya Layar Dapat Mengganggu Persiapan Tidur

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah paparan cahaya dari layar ponsel. Cahaya tersebut dapat menghambat produksi melatonin, yaitu hormon yang membantu tubuh mempersiapkan diri untuk tidur.

Selain paparan cahaya, konten yang terus berganti juga membuat otak tetap aktif ketika seharusnya mulai beristirahat. Akibatnya, tubuh dan pikiran bisa menjadi lebih sulit memasuki kondisi rileks.

Bukan Hanya Soal Sulit Tidur

Menurut penjelasan dokter melalui akun Instagram newidapsikiater, kebiasaan scroll ponsel menjelang tidur tidak hanya berkaitan dengan waktu tidur, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi mental.

Baca Juga: Siapa Cak Tio Ferdian Rahmana? Juara 2 Raka Jawa Timur 2026 yang Viral di X Terseret Dugaan Kekerasan Seksual

Konten baru yang terus muncul dapat membuat otak terus mencari informasi berikutnya sehingga seseorang terdorong untuk terus melakukan scrolling.

Jika menjadi kebiasaan, kondisi tersebut dapat membuat otak lebih sulit beralih ke keadaan tenang sebelum tidur.

Dampaknya dapat terasa pada hari berikutnya. Perhatian dan konsentrasi bisa menurun, tubuh lebih mudah lelah, serta kontrol emosi ikut terganggu sehingga seseorang dapat menjadi lebih reaktif terhadap stres.

 7 Cara Membantu Tidur Lebih Berkualitas

Dalam unggahannya, newidapsikiater juga menjelaskan bahwa tidur nyenyak bukan hanya soal durasi, tetapi juga kualitas. Ada beberapa kebiasaan yang dapat dilakukan untuk membantu mendapatkan waktu istirahat yang lebih baik.

Baca Juga: Foto dan Namanya Dipakai Konten Negatif, Daus Mini Polisikan 3 Akun Hingga Kantongi Pengancam Pembunuhan

1. Tidur dan Bangun pada Waktu yang Sama

Usahakan memiliki jadwal tidur dan bangun yang konsisten setiap hari. Kebiasaan ini membantu menyelaraskan ritme sirkadian atau jam biologis tubuh.

2. Kurangi Paparan Cahaya Biru

Batasi penggunaan ponsel, tablet, maupun laptop sekitar satu hingga dua jam sebelum tidur. Cahaya dari perangkat tersebut dapat menghambat produksi melatonin yang membantu tubuh mulai tidur.

Baca Juga: Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis Lengkapi Acara Jalan Sehat Sambut HT RI di Baki Sukoharjo

3. Batasi Kafein pada Sore hingga Malam Hari

Kafein dapat bertahan selama beberapa jam di dalam tubuh. Karena itu, mengonsumsinya terlalu dekat dengan waktu tidur dapat membuat seseorang lebih sulit terlelap.

4. Buat Kamar Nyaman untuk Tidur

Kondisi kamar yang gelap, tenang, dan sejuk umumnya dapat membantu tubuh lebih mudah memasuki kondisi tidur yang lebih dalam.

5. Hindari Makan Terlalu Banyak Menjelang Tidur

Makan terlalu banyak, terutama makanan yang pedas, dapat menimbulkan rasa tidak nyaman sehingga berpotensi mengganggu kualitas tidur.

Baca Juga: Pererat Silaturahmi Warga Lalung Permai RW 15: Gelar Jalan Santai HUT RI ke-81 Sekaligus Sambut Lurah Anyar

6. Lakukan Rutinitas Relaksasi

Aktivitas sederhana seperti membaca buku, mendengarkan musik yang menenangkan, atau melakukan latihan pernapasan perlahan selama beberapa menit dapat membantu tubuh lebih rileks sebelum tidur.

7. Berolahraga secara Teratur

Aktivitas fisik pada siang atau sore hari dapat membantu meningkatkan kualitas tidur. Namun, olahraga yang sangat berat tepat sebelum tidur justru dapat membuat sebagian orang lebih sulit terlelap.

Pada akhirnya, mengurangi kebiasaan scroll ponsel sebelum tidur bukan sekadar soal meletakkan ponsel lebih cepat. Memberikan waktu bagi tubuh dan pikiran untuk beristirahat juga menjadi bagian penting agar tidur tidak hanya cukup dari segi durasi, tetapi juga berkualitas. (Anmer Jilvandis)

Editor : Adi Pras
Anmer Jilvandis ponsel tidur scrolling