SOLOBALAPAN.COM - Baru lima menit mengerjakan tugas, sudah scroll media sosial lagi? Atau baru membaca beberapa paragraf, tetapi perhatian sudah teralihkan? Jika hal tersebut sering terjadi, bisa jadi attention span atau rentang perhatian kamu mulai menurun.
Di tengah derasnya arus informasi digital, otak terus menerima berbagai rangsangan dalam waktu singkat.
Notifikasi yang terus bermunculan, kebiasaan berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain, hingga banyaknya konten yang dikonsumsi setiap hari membuat seseorang lebih mudah kehilangan fokus saat melakukan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi lebih lama.
Baca Juga: Kenapa Makanan Baru Ramai Dicoba Setelah Viral?
Berdasarkan penelitian bertajuk "Pengaruh Intensitas Penggunaan Media Sosial terhadap Attention Span Mahasiswa di Era Digital", attention span merupakan kemampuan seseorang untuk mempertahankan perhatian pada suatu aktivitas dalam jangka waktu tertentu.
Penelitian tersebut juga menjelaskan bahwa kemampuan fokus tidak hanya dipengaruhi oleh intensitas penggunaan media sosial, tetapi juga faktor lain seperti kualitas tidur, kemampuan mengatur diri (self-regulation), serta tuntutan aktivitas sehari-hari.
Baca Juga: Eco-Friendly Kian Populer, Beragam Produk Reusable Kian Digemari
Kenapa Attention Span Bisa Menurun?
Otak manusia secara alami tertarik pada hal-hal baru. Ketika terbiasa menerima banyak informasi dalam waktu singkat, otak akan lebih mudah mencari stimulasi berikutnya.
Akibatnya, aktivitas seperti membaca buku, belajar, atau menyelesaikan pekerjaan terasa lebih berat karena membutuhkan fokus yang lebih lama.
Selain itu, kurang tidur, stres, kelelahan mental, serta kebiasaan melakukan banyak pekerjaan sekaligus (multitasking) juga dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk mempertahankan konsentrasi.
Tanda-Tanda Attention Span Mulai Menurun
Beberapa tanda yang dapat dikenali antara lain:
Sulit fokus dalam waktu lama. Kemudian mudah bosan saat belajar, bekerja, atau membaca.
Selain itu sering membuka ponsel tanpa tujuan yang jelas. Perhatian mudah teralihkan oleh notifikasi atau hal-hal kecil di sekitar.
Baca Juga: Kilau Kecil di Gigi, Tooth Gems Jadi Aksesori Favorit Gen Z
Kemudian, harus mengulang bacaan atau video karena tidak benar-benar memperhatikan. Serta sulit menyelesaikan satu pekerjaan tanpa berpindah ke aktivitas lain.
Apa Dampaknya?
Attention span yang menurun dapat memengaruhi produktivitas sehari-hari. Seseorang membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan pekerjaan, lebih sulit memahami informasi, hingga lebih mudah melakukan kesalahan karena kurang fokus.
Dalam jangka panjang, kondisi ini juga dapat memengaruhi efektivitas belajar maupun bekerja apabila tidak diimbangi dengan kebiasaan yang lebih sehat.
Baca Juga: Salt Bread Jadi Tren Kuliner Baru, Intip Fakta Menarik di Balik Roti Ini
Apakah Permanen?
Kabar baiknya, penurunan attention span umumnya tidak bersifat permanen. Kemampuan fokus dapat kembali dilatih dengan membangun kebiasaan yang lebih baik.
Namun, apabila kesulitan berkonsentrasi berlangsung terus-menerus hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga profesional untuk mengetahui penyebabnya secara lebih mendalam.
Cara Melatih Attention Span Kembali
Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan fokus. Seperti membatasi distraksi saat belajar atau bekerja, mematikan notifikasi yang tidak penting.
Baca Juga: Memayu Hayuning Bawana, Filosofi Jawa yang Tetap Relevan di Tengah Kehidupan Modern
Kemudian menghindari multitasking, mencukupi waktu tidur, serta melatih konsentrasi melalui aktivitas seperti membaca buku, berolahraga, atau menerapkan metode belajar Pomodoro.
Di era digital, menjaga attention span menjadi keterampilan yang semakin penting. Dengan mengurangi distraksi dan membangun kebiasaan yang lebih sehat, kemampuan fokus dapat meningkat kembali sehingga aktivitas belajar, bekerja, maupun menjalani keseharian dapat dilakukan dengan lebih optimal.
Editor : Adi PrasSumber : Berbagai Sumber