SOLOBALAPAN.COM - Di balik rasanya yang gurih dan teksturnya yang renyah, gorengan menyimpan potensi bahaya serius bagi kesehatan.
Meskipun menjadi camilan favorit masyarakat Indonesia, terlalu sering mengonsumsi gorengan bisa menjadi “bom waktu” yang memicu berbagai penyakit kronis.
Kandungan Lemak Jahat dalam Gorengan
Gorengan biasanya dimasak menggunakan minyak yang telah dipakai berulang kali, sehingga menghasilkan lemak trans.
Lemak ini dikenal sangat berbahaya karena dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kolesterol baik (HDL).
Menurut Kementerian Kesehatan RI, konsumsi lemak trans yang tinggi berkaitan langsung dengan peningkatan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2. Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menargetkan penghapusan total lemak trans dari makanan pada tahun 2025 karena sifatnya yang sangat karsinogenik.
Bahaya Gorengan: Lebih dari Sekadar Kolesterol
Baca Juga: Khansa Mariska Anak Kyai Siapa? Istri Gus Azmi yang Baru Dinikahi pada 12 Juni 2025, Ternyata Bergelar Ning?
Tak hanya soal lemak, proses penggorengan pada suhu tinggi menghasilkan senyawa kimia berbahaya seperti akrilamida.
Senyawa ini terbentuk dari reaksi antara asam amino dan gula saat makanan digoreng dan telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker, terutama kanker ovarium, payudara, dan endometrium.
"Konsumsi gorengan setiap hari, apalagi yang dijual pinggir jalan dan dimasak dengan minyak hitam pekat, sangat berbahaya. Ini tidak hanya soal kolesterol, tapi juga tentang racun yang masuk ke dalam tubuh kita tanpa disadari," kata dr. Riana Dewi, SpGK, pakar gizi klinis dari RS Cipto Mangunkusumo.
Efek Jangka Pendek yang Tak Kalah Mengganggu
Baca Juga: Tak Semua Jeans Sama! Ini yang Harus Kamu Pilih Sesuai Bentuk Tubuh agar Lebih Stylist
Selain risiko jangka panjang, gorengan juga bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti perut kembung, asam lambung naik, hingga diare. Bagi penderita maag, konsumsi gorengan bisa memperparah gejala.
Apa Alternatifnya?
Gunakan metode memasak yang lebih sehat seperti mengukus, memanggang, atau menumis dengan sedikit minyak.
Pilih minyak nabati yang tidak cepat teroksidasi, seperti minyak zaitun atau minyak kelapa murni.
Bila tetap ingin menikmati gorengan, buat sendiri di rumah dengan minyak baru dan pastikan tidak dipanaskan berulang.
Gorengan memang lezat, tapi kesehatan jauh lebih penting. Mulailah dari sekarang, kurangi konsumsi gorengan, pilih cemilan sehat, dan lindungi tubuhmu dari bahaya jangka panjang. (tyo/an)
*Joko Sulistyo
Editor : Andi Aris Widiyanto