Selain membawa kebahagiaan, tanggung jawab besar ini juga sering kali disertai dengan tekanan emosional.
Tidak sedikit ibu yang merasa menjadi lebih mudah marah setelah melahirkan, bahkan pada hal-hal kecil.
Mengapa hal ini terjadi? Berikut penjelasan dan cara mengatasinya.
1. Perubahan Hormon
Setelah melahirkan, tubuh mengalami perubahan hormon besar-besaran, seperti penurunan kadar estrogen dan progesteron.
Perubahan ini bisa memengaruhi suasana hati dan membuat emosi menjadi lebih mudah meledak.
Menurut Mayo Clinic, fluktuasi hormon pascapersalinan adalah salah satu penyebab utama mood swing pada ibu baru.
2. Kurangnya Tidur
Bayi yang sering bangun malam membuat ibu harus terjaga, mengurangi kualitas tidur.
Kekurangan tidur memengaruhi bagian otak yang bertanggung jawab untuk mengatur emosi, sehingga mudah merasa kesal atau marah.
3. Tekanan dan Beban Mental
Menjadi ibu berarti harus mengurus banyak hal, dari kebutuhan bayi, pekerjaan rumah tangga, hingga ekspektasi sosial.
American Psychological Association (APA) menyebutkan bahwa beban mental ini sering kali tidak terlihat tetapi sangat berat, yang bisa memicu stres berlebih.
4. Kurangnya Dukungan
Tidak adanya dukungan yang cukup dari pasangan, keluarga, atau lingkungan dapat membuat seorang ibu merasa sendirian.
Hal ini menambah tekanan emosional yang membuat ibu lebih mudah tersulut emosi.
5. Perubahan Identitas
Transisi menjadi seorang ibu bisa membuat perempuan kehilangan identitas dirinya.
Banyak ibu merasa "kehilangan diri sendiri" karena harus memprioritaskan kebutuhan anak, yang secara tidak sadar memengaruhi kestabilan emosional mereka.
Kemudian, bagaimana Mengatasi Emosi Berlebih Setelah Menjadi Ibu?
1. Kenali dan Terima Perasaan Anda
Jangan menyalahkan diri sendiri jika merasa marah atau frustrasi.
Emosi adalah respons normal terhadap tekanan.
Menurut Dr. Alexandra Sacks, seorang psikiater reproduksi, menerima emosi adalah langkah pertama untuk memahami dan mengendalikannya.
2. Komunikasikan dengan Pasangan
Diskusikan perasaan dan beban yang Anda alami dengan pasangan.
Jangan ragu untuk meminta bantuan, seperti berbagi tugas rumah tangga atau mengasuh anak.
3. Beristirahat dan Minta Bantuan
Istirahat sangat penting untuk kesehatan mental.
Jika memungkinkan, minta bantuan keluarga atau teman untuk menjaga bayi sementara Anda beristirahat.
4. Luangkan Waktu untuk Diri Sendiri
Cari waktu untuk melakukan hal-hal yang Anda sukai, seperti membaca, berjalan-jalan, atau sekadar menikmati secangkir kopi.
Ini membantu mengembalikan keseimbangan emosi.
5. Latih Teknik Relaksasi
Meditasi, yoga, atau latihan pernapasan dapat membantu menenangkan pikiran.
Studi dari National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH) menunjukkan bahwa meditasi secara signifikan mengurangi tingkat stres.
6. Pertimbangkan Bantuan Profesional
Jika Anda merasa emosi sulit dikendalikan, pertimbangkan untuk berbicara dengan konselor atau psikolog.
Mereka dapat membantu mengidentifikasi penyebab stres dan memberikan strategi untuk mengelolanya.
Menjadi ibu memang penuh tantangan, tetapi Anda tidak perlu menghadapinya sendirian.
Banyak ibu mengalami hal serupa dan berbagi pengalaman dapat membantu mengurangi tekanan.
Dengan dukungan yang tepat dan waktu untuk merawat diri sendiri, Anda dapat melewati fase ini dengan lebih tenang dan bahagia. (lz)