Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

6 Cara Efektif Cegah Stunting Sejak Dini! Bunda Wajib Tahu dan Praktekkan Agar Tak Menyesal di Kemudian Hari!

Nindia Aprilia • Jumat, 16 Agustus 2024 | 01:05 WIB
Ilustrasi Bayi.
Ilustrasi Bayi.

SOLOBALAPAN.COM - Stunting adalah kondisi di mana tinggi badan anak lebih rendah dibandingkan dengan anak-anak seusianya, yang menunjukkan adanya gangguan pertumbuhan.

Penyebab utama stunting adalah malnutrisi pada ibu hamil dan kekurangan nutrisi selama masa pertumbuhan anak.

Banyak orang tidak menyadari bahwa tinggi badan anak yang pendek bisa jadi tanda adanya masalah gizi kronis.

Anak yang mengalami stunting mungkin terlihat proporsional, tetapi lebih pendek dibandingkan dengan anak lain seusianya. Namun, tidak semua anak yang pendek mengalami stunting.

Menurut WHO, sebuah negara dianggap memiliki masalah stunting jika prevalensinya melebihi 20%.

Di Indonesia, berdasarkan data Kemenkes pada tahun 2021, prevalensi stunting pada balita mencapai 24,4%, yang menunjukkan adanya masalah serius yang perlu ditangani.

Menurut YouTube Alodokter, seorang anak dianggap mengalami stunting jika pertumbuhannya berada di bawah standar kurva pertumbuhan WHO yang ditetapkan oleh petugas kesehatan.

Stunting sulit diatasi jika anak sudah berusia di atas 2 tahun, dan dampaknya bisa meluas tidak hanya pada pertumbuhan fisik tetapi juga perkembangan.

Anak yang mengalami stunting dapat mengalami penurunan tingkat kecerdasan, gangguan berbicara, kesulitan belajar, dan sistem kekebalan tubuh yang rendah sehingga lebih mudah terkena penyakit, terutama infeksi.

Berikut beberapa cara untuk mencegah stunting:

1. Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD)

Baca Juga: Kenali Manfaat dan Juga Efek Samping Konsumsi Air Kelapa Bagi Kesehatan! Mengatasi Diare hingga Menjaga Kesehatan Kulit!

Tablet Tambah Darah adalah suplemen yang mengandung zat besi dan asam folat. Zat besi penting untuk pembentukan hemoglobin dan sel darah merah, yang berperan vital dalam tubuh.

TTD sangat dianjurkan untuk remaja wanita dan ibu hamil karena dapat mencegah anemia yang berpotensi menjadi pemicu stunting.

2. Ikuti Pola Hidup Sehat saat Hamil

Konsumsi makanan bergizi seimbang, penuhi kebutuhan cairan dengan minum 8 gelas air per hari, dan rutin berolahraga.

Juga, ikuti jadwal konsultasi kehamilan sesuai anjuran dokter atau bidan, hindari alkohol dan asap rokok, dan konsumsi vitamin serta suplemen sesuai petunjuk dokter.

3. Berikan Nutrisi Lengkap untuk Anak

Setelah lahir, berikan nutrisi lengkap melalui Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan ASI eksklusif.

Berikan makanan pendamping ASI (MPASI) yang bergizi sesuai anjuran dokter, dengan memilih makanan seperti gandum, umbi-umbian, kacang-kacangan, susu dan turunannya, telur, serta buah dan sayuran kaya vitamin.

4. Ajak Anak ke Posyandu Secara Rutin

Periksakan anak ke posyandu atau puskesmas secara rutin untuk memantau berat badan dan tinggi badan serta membandingkannya dengan kurva pertumbuhan WHO.

Untuk anak di bawah 1 tahun, periksa setiap bulan, dan untuk usia 1-2 tahun, periksa setiap 3 bulan.

5. Jaga Kebersihan

Baca Juga: 15 Khasiat Bunga Telang Bagi Kesehatan yang Paling Ampuh! Ternyata Salah Satunya Melancarkan Haid dan Darah Kotor!

Kebersihan mencakup lingkungan, bahan makanan, peralatan makan, dan diri sendiri. Cuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah buang air kecil atau besar.

Bersihkan peralatan dapur dengan sabun cuci piring, pastikan air yang dikonsumsi bersih, dan jaga kebersihan toilet.

6. Jangan Lupa Imunisasi

Pastikan imunisasi sesuai jadwal dan waspadai tanda-tanda stunting seperti tinggi badan yang lebih pendek dari anak seusianya atau tubuh yang kurus.

Segera periksakan anak ke dokter jika muncul tanda-tanda tersebut.

Dengan langkah-langkah pencegahan ini, kita dapat membantu mencegah stunting dan memastikan pertumbuhan serta perkembangan anak yang optimal. (mg3/nda)

Editor : Nindia Aprilia
#bunda #Cegah #stunting #cara #sejak dini