SOLOBALAPAN.COM - Tantrum pada anak memang sering kali membuat pusing para bunda. Biasanya anak tantrum karena mengekspreasikan rasa tidak nyaman, lapar, sedih, marah, ataupun kesal.
Setiap anak memiliki reaksi tantrum yang berlebihan, hal ini disebabkan oleh beberapa. Namun bunda harus tahu mitos dan fakta anak tantrum.
Dilansir dari halodoc.com, ini dia mitos dan fakta tentang anak tantrum.
1. Ingin mempermalukan orang tua
Hal ini merupakan mitos. Anak tidak akan berpikir sejauh itu untuk menjadikan tantrum sebagai cara dalam mempermalukan orang tua.
Semua yang mereka ekspresikan adalah semata-mata melampiaskan perasaannya.
2. Permen menghentikan tantrum
Hal ini merupakan mitos. Mmeberikan permen atau segala hal agar anak berhenti mengamuk bisa menjadi boomerang loh, bun.
Karena hal itu akan memicu pemikiran anak bahwa dengan tantrum ia bisa mendapatkan apa yang ia mau dengan mudah.
3. Tamtrum mengindikasikan kekecewaan
Hal ini merupakan fakta. Anak tantrum senantiasa karena mereka merasakan kekecewaan. Pasalnya ia belum bisa memiliki kemampuan berbicara serta bahasa untuk menyampaikan perasaannya.
4. Mencari perhatian
Hal ini merupakan fakta. Anak-anak bisa saja mengalami tantrum hanya untuk mencari perhatian.
Jika orang tua berhasil menuruti keinginan mereka, cara ini akan dipakai di lain kesempatkan untuk mendapatkan kemampuannya.
Anak tantrum sebaiknya jangan ditahan atau diredakan oleh bunda atau ayah. Biarlah mereka puas dengan melampiaskan emosinya, karena hal itu akan membantu si anak menjadi lebih tenang, barulah ketika tenang ajak berdiskusi tentang apa yang diinginkan. (mg4/nda)
Editor : Nindia Aprilia