SOLOBALAPAN.COM - Saking sibuknya dengan aktivitas yang dijalani, seseorang bisa kurang tidur.
Dalam jangka panjang, kurang tidur bisa berdampak serius untuk tubuh.
Salah satu akibat terburuk dari kurang tidur ini adalah membuat umur seseorang semakin pendek.
Dilansir dari Radar Jogja, dalam jurnal penelitian The American Heart Association tahun 2019, orang bisa meninggal karena stroke atau serangan jantung karena kurang tidur.
Risiko kematian bisa meningkat dua kali lipat akibat tidur yang kurang dari 6 jam terutama bagi pengidap tekanan darah tinggi dan diabetes.
Dalam penelitian lain juga ditemukan kurang tidur bisa menaikkan risiko kematian menjadi tiga kali lipat bagi orang yang mengalami stroke dan serangan jantung.
Tidur yang normal dapat memberi perlindungan bagi seseorang dengan kondisi kesehatan ini.
Masalah lain yang diakibatkan oleh kurang tidur ialah dapat merusak jaringan otak.
Kebiasaan kurang tidur bisa membuat daya ingat otak seseorang itu menurun dan kadang juga dikaitkan dengan risiko penurunan kognitif dan demensia yang meningkat.
Kurang tidur juga berkaitan dengan kesehatan mental dan depresi.
Oleh karena itu, waktu tidur yang baik untuk kesehatan antara 7-8 jam untuk orang dewasa.
Berikut ini daftar waktu tidur yang sesuai dengan tingkatan usia manusia:
1. Umur 0-1 bulan membutuhkan tidur sebanyak 14-18 jam dalam sehari.
2. Bayi berusia 1-18 bulan memerlukan waktu tidur sekitar 12-14 jam per hari, termasuk tidur di siang hari.
3. Anak usia 3-6 tahun, khususnya menjelang memasuki sekolah, membutuhkan istirahat tidur selama 11-13 jam per hari, termasuk tidur siang.
4. Anak usia 6-12 tahun, yang telah masuk sekolah, memerlukan tidur selama 10 jam.
5. Remaja berusia 12-18 tahun membutuhkan tidur yang sehat sekitar 8-9 jam.
6. Orang dewasa dalam rentang usia 18-40 tahun sebaiknya tidur selama 7-8 jam setiap harinya.
Nah sekarang kamu sudah tau kan bahaya resiko dari kurang tidur, mulai saat ini biasakan mencukupi waktu tidur agar kesehatan selalu terjaga. (mg6/rei)
Editor : Reinaldo Suryo Negoro