SOLOBALAPANCOM - Nama The Joo’s mulai dikenal di skena musik independen Surabaya lewat karakter musik surf rock yang mereka padukan dengan cerita dan tema yang terinspirasi dari kisah-kisah dalam kitab suci.
Berbasis di Ketintang, Surabaya, grup ini membawa warna yang cukup berbeda melalui konsep yang mereka sebut sebagai biblical surf rock.
The Joo’s terbentuk pada 2023. Band ini berawal dari sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam UKM Musik Universitas Negeri Surabaya (UNESA).
Keinginan untuk menghadirkan sesuatu yang berbeda dari musik pop dan rock yang banyak dimainkan di lingkungan kampus kemudian menjadi salah satu alasan mereka membentuk The Joo’s.
Baca Juga: Eleanor Whisper, Band Indie Beraliran Alternative Rock Asal Medan
Biodata Singkat The Joo’s
Nama: The Joo’s
Asal:Ketintang, Surabaya, Jawa Timur
Tahun terbentuk: 2023
Genre:Surf rock / biblical surf rock
Tagline: “Geng Rok Selancar dari Ketintang!”
Personel: Cimz (vokal), Bima (bass), Moreno (gitar), Melpin (drum)
Rilisan pertama: “Yajuj Majuj” (2024)
EP perdana: Eksibisi Makhluk Aneh* (2026).
Berdasarkan pemberitaan terbaru pada 2026, The Joo’s saat ini digawangi oleh empat personel, yaitu Cimz sebagai vokalis, Bima sebagai bassist, Moreno sebagai gitaris, dan Melpin sebagai drummer.
Berawal dari Lingkungan Kampus
Sebelum dikenal sebagai band independen dari Surabaya, The Joo’s berawal dari aktivitas bermusik mahasiswa di UNESA.
Dalam pemberitaan tahun 2025, formasi yang diperkenalkan terdiri dari Sansan sebagai keyboardist, Ebe sebagai rhythm guitarist, Cim sebagai vokalis, Bima sebagai bassist, dan Melvin sebagai drummer.
Baca Juga: Mengenal Murphy Radio, Band Math Rock Unik asal Samarinda
Pada masa awalnya, mereka ingin mencoba sesuatu yang berbeda dari band-band kampus yang banyak memainkan pop atau rock mainstream. Surf rock kemudian dipilih sebagai warna utama yang ingin mereka bawa ke skena musik Surabaya.
Seiring perkembangannya, formasi The Joo’s mengalami perubahan. Sumber terbaru dari Media Indonesia pada Juli 2026 mencatat empat personel utama, yaitu Cimz, Bima, Moreno, dan Melpin.
Mengusung Biblical Surf Rock
Salah satu hal yang menjadi ciri khas The Joo’s adalah istilah biblical surf rock. Musik mereka memadukan karakter surf rock yang enerjik dengan cerita atau tema yang mengambil inspirasi dari kisah-kisah dalam kitab suci agama Samawi.
Baca Juga: Romantic Echoes Berkarya Bersama Lirik-lirik Puitisnya
Konsep tersebut sudah terlihat sejak single debut mereka, “Yajuj Majuj” yang dirilis pada Oktober 2024. Lagu tersebut mengangkat kisah Yajuj Majuj dan menggunakan sudut pandang dari cerita yang terdapat dalam kitab suci.
Meski membawa tema spiritual, The Joo’s menyampaikannya melalui musik surf rock yang lebih enerjik dan tidak konvensional.
Bagi The Joo’s, referensi tersebut tidak hanya digunakan untuk membicarakan persoalan keagamaan. Melalui karya mereka, berbagai cerita dan simbol tersebut juga menjadi cara untuk membicarakan persoalan manusia dan kehidupan sosial.
Rilisan Awal hingga EP Perdana
Setelah memperkenalkan diri lewat “Yajuj Majuj”, The Joo’s melanjutkan perjalanan musik mereka dengan merilis “Al-Khayin” pada 2025.
Lagu tersebut kemudian menjadi salah satu materi yang masuk dalam perjalanan menuju EP perdana mereka.
Pada 24 Juli 2026, The Joo’s resmi merilis EP perdana bertajuk “Eksibisi Makhluk Aneh” (E.M.A.). EP tersebut terdiri dari enam lagu, yaitu “Eksibisi Dibuka”, “Maklumat Hubbus”, “Al-Khayin”, “Merana”, “Perut Paus Raksasa”, dan “Eksibisi Ditutup”.
Membawa Kritik Sosial dalam Musik
Melalui “Eksibisi Makhluk Aneh”, The Joo’s tidak hanya menampilkan karakter musik yang berbeda, tetapi juga membawa sejumlah kritik terhadap kehidupan sosial.
Vokalis sekaligus penulis lirik The Joo’s, Cimz, menjelaskan bahwa konsep “Makhluk Aneh” merupakan gambaran terhadap berbagai perilaku manusia yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Filsummer: Band Asal Bandung Yang Memadukan Alat Musik Tradisional Sunda Kedalam MusiK Genre Midwest
Tema seperti pengkhianatan, keserakahan, kemunafikan, hingga persoalan moral menjadi bagian dari cerita yang mereka hadirkan.
Enam lagu dalam EP tersebut bahkan disusun seperti sebuah pertunjukan yang memiliki bagian pembuka, cerita utama, hingga penutup.
The Joo’s dan Skena Musik Independen Surabaya
Sejak kemunculannya, The Joo’s berusaha mempertahankan identitas mereka sebagai band yang membawa surf rock ke tengah skena musik Surabaya.
Mereka juga melihat perkembangan skena musik independen di kota tersebut sebagai ruang untuk memperkenalkan karya dan bertemu dengan pendengar baru.
Baca Juga: Drizzly, Band Dream Pop Asal Sidoarjo yang Beranggotakan Empat Perempuan.
Dengan karakter musik yang berbeda serta konsep biblical surf rock yang mereka bawa, The Joo’s menjadi salah satu kelompok musik yang mencoba mengeksplorasi surf rock melalui pendekatan yang tidak biasa.
Setelah merilis EP perdana, perjalanan The Joo’s masih terus berlanjut untuk memperluas karya dan memperkenalkan musik mereka kepada pendengar di luar Surabaya. (adhima aulia)
Editor : Adi PrasSumber : Berbagai Sumber