Ingat Si Komo? Ternyata Boneka Ini Sudah Ada Sejak 1975 Sebelum Tampil di TPI

Inayah Choirunisa • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 13:40 WIB
Karakter legendaris Si Komo ciptaan Kak Seto ternyata sudah lahir sejak 1975 sebagai boneka tangan.
Karakter legendaris Si Komo ciptaan Kak Seto ternyata sudah lahir sejak 1975 sebagai boneka tangan.

SOLOBALAPAN.COM – Kalau mendengar nama Si Komo, sebagian orang mungkin langsung teringat suara boneka hijau yang bernyanyi tentang kemacetan: “Si Komo lewat jalan tol.”

Bagi anak-anak yang tumbuh pada era 1990-an, Si Komo bukan sekadar boneka. Karakter ciptaan Kak Seto itu pernah hadir sebagai tontonan anak di televisi, lengkap dengan lagu-lagu yang sampai sekarang masih mudah dikenali.

Namun, tahukah kamu kalau Si Komo ternyata jauh lebih tua dari kenangan televisi tersebut?

Ide Si Komo sudah lahir pada 1 Agustus 1975, sekitar 15 tahun sebelum TPI mulai mengudara pada 1991. Jadi, sebelum dikenal sebagai tontonan anak di televisi, Si Komo sebenarnya sudah lebih dulu hadir dalam bentuk boneka tangan.

Baca Juga: Tiba-Tiba Viral Lagi! Lagu Fatin Ini Bikin Nostalgia Masa Sekolah, Ternyata Sudah 12 Tahun Berlalu

Awalnya Cuma Boneka Tangan

Kak Seto menceritakan bahwa ide membuat Si Komo muncul karena ia merasa kurang cocok dengan penggambaran Si Kancil dalam lagu anak-anak yang menyebutnya sebagai sosok nakal dan suka mencuri.

Ia kemudian mencari hewan khas Indonesia lain yang bisa dijadikan karakter anak-anak. Pilihannya jatuh pada komodo.

Nama “Si Komodo” kemudian disingkat menjadi “Si Komo” karena dianggap lebih mudah diucapkan.

Menariknya, bentuk awal Si Komo ternyata tidak seperti boneka besar berwarna hijau yang dikenal kemudian. Kak Seto mengatakan Si Komo awalnya merupakan boneka tangan berukuran kecil dan berwarna hitam.

Boneka tersebut kemudian dibuat lebih besar untuk kebutuhan pertunjukan operet. Dari sinilah karakter Si Komo berkembang dan semakin dikenal.

Baca Juga: 5 Kumpulan Prompt AI Foto 80-an Paling Realistis: Dari Vibes Jadul Indonesia, Pasangan, hingga Studio Klasik

Kapan Si Komo Tayang di TPI?

Nah, bagian ini mungkin yang paling diingat generasi 1990-an.

Si Komo kemudian hadir dalam program televisi untuk anak. Arsip jadwal televisi tahun 1994 mencatat program “Cerita Boneka: Si Komo” tayang pada pukul 07.30. Nama program tersebut tercatat berulang dalam jadwal siaran pada Februari hingga Mei 1994.

Artinya, ingatan tentang Si Komo sebagai tontonan televisi pagi memang punya jejak dalam arsip jadwal siaran.

Buat anak-anak masa itu, karakter seperti Si Komo menjadi salah satu hiburan yang hadir ketika pilihan tontonan belum sebanyak sekarang. Belum ada YouTube Kids, Netflix, atau TikTok yang bisa dibuka kapan saja.

Kalau mau menonton, ya menunggu jadwal acara televisi.

Gara-Gara Si Komo, Kok Bisa Ada Lagu Jalan Tol?

Bagian paling lucu dari sejarah Si Komo justru datang dari kejadian di dunia nyata.

Saat akan mengadakan pertunjukan operet di Samarinda, boneka Si Komo yang sudah berukuran besar dibawa berkeliling untuk promosi. Ternyata banyak orang ingin bersalaman dan berfoto dengan karakter tersebut.

Kerumunan itu kemudian menyebabkan kemacetan.

Dari pengalaman itulah muncul ide lagu “Si Komo Lewat Jalan Tol” yang kemudian begitu lekat dengan karakter tersebut. Kak Seto menceritakan bahwa lagu itu terinspirasi dari kejadian ketika Si Komo benar-benar membuat jalanan macet karena menarik perhatian orang.

Jadi, lagu yang dulu terdengar seperti lagu anak-anak biasa ternyata punya cerita yang cukup unik di balik pembuatannya.

Dari Boneka Tangan Jadi Nostalgia

Sekarang, karakter Si Komo mungkin tidak lagi muncul setiap pagi di televisi seperti dahulu. Namun, sejarahnya menunjukkan bagaimana sebuah karakter anak bisa berkembang selama puluhan tahun.

Si Komo bermula dari ide Kak Seto pada 1975, diwujudkan dalam bentuk boneka tangan, kemudian dibawa ke pertunjukan, hadir di televisi, dan akhirnya memiliki lagu yang masih dikenali sampai sekarang.

Buat generasi yang mengenalnya dari layar televisi, Si Komo mungkin hanya bagian dari kenangan masa kecil. Tetapi kalau ditarik lebih jauh, usianya ternyata sudah lebih dari setengah abad.

Jadi, kalau suatu hari mendengar lagi lagu “Si Komo Lewat Jalan Tol”, jangan kaget. Boneka yang dulu identik dengan tontonan anak itu ternyata sudah memulai perjalanannya jauh sebelum kita mengenalnya di televisi.

Editor : Inayah Choirunisa
televisi Si Komo anak boneka