Hendery WayV Nyanyi Pakai Bahasa Kanton, Memangnya Apa Bedanya dengan Mandarin?

Luthfiana Sekar • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 06:41 WIB
Hendery WayV merilis “禮拜四”, single solo pertamanya yang dinyanyikan dalam bahasa Kanton.(Screenshot Twitter)
Hendery WayV merilis “禮拜四”, single solo pertamanya yang dinyanyikan dalam bahasa Kanton.(Screenshot Twitter)

SOLOBALAPAN.COM - Hendery WayV baru saja mencoba sesuatu yang berbeda lewat rilisan solonya. Member asal Macau tersebut merilis single berjudul “禮拜四” atau “Thursday” pada 17 September 2026. Yang membuat lagu ini menarik, Hendery menyanyikannya secara penuh dalam bahasa Kanton.

Bagi penggemar WayV, penggunaan bahasa Kanton dalam lagu tersebut bukan sekadar pilihan bahasa. Hendery memang berasal dari Macau dan dalam rilisan ini ia akhirnya mewujudkan keinginannya untuk menyanyikan sebuah lagu secara penuh menggunakan bahasa yang dekat dengan kesehariannya.

Baca Juga: Bukan Mangga atau Kedondong, Rujak Ini Ternyata Dibuat dari Pisang Batu

Lewat akun resminya, Hendery menyebut “禮拜四” sebagai single Kanton pertamanya. Lagu tersebut membawa cerita tentang seseorang yang sedang menyukai orang lain.

Ia ingin mengajak orang tersebut makan bersama dan mengatakan bahwa dirinya suka, tetapi setelah memikirkannya sepanjang malam, keberanian itu justru menghilang ketika waktunya tiba.

Lagu tersebut kemudian menjadi menarik bukan hanya karena ceritanya, tetapi juga karena bahasa yang digunakan. Bagi sebagian pendengar Indonesia, bahasa Kanton mungkin terdengar seperti bahasa Mandarin dengan pengucapan yang berbeda. Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang cukup jauh.

Kanton atau Cantonese merupakan salah satu varietas dalam rumpun bahasa Sinitik, sama seperti Mandarin. Namun, Kanton dan Mandarin mempunyai perbedaan dalam bunyi, struktur, tata bahasa, serta kosakata.

Keduanya juga tidak saling dipahami begitu saja dalam percakapan jika penuturnya tidak pernah mempelajari bahasa yang lain.

Baca Juga: Sebelum Jadi Sailor Moon, Ternyata Usagi Bukan Tokoh Utama Pertama!

Artinya, orang yang terbiasa mendengar Mandarin belum tentu bisa memahami percakapan Kanton hanya karena sama-sama menggunakan bahasa Tionghoa. Sebaliknya, penutur Kanton juga belum tentu langsung memahami Mandarin yang diucapkan dengan cepat.

Salah satu perbedaan yang paling mudah terdengar adalah sistem nadanya. Kanton mempunyai sistem nada yang lebih kompleks dibandingkan Mandarin standar. Perbedaan nada tersebut membuat sebuah suku kata yang terdengar mirip bagi telinga orang Indonesia dapat memiliki arti berbeda ketika diucapkan dengan nada yang berbeda.

Meski demikian, ada satu hal yang sering membuat orang mengira keduanya sama. Kanton dan Mandarin sama-sama menggunakan karakter Tionghoa dalam bentuk tulisan tertentu.

Karena itu, seseorang yang hanya melihat lirik atau tulisan berbahasa Tionghoa belum tentu bisa langsung mengetahui apakah teks tersebut berkaitan dengan Mandarin atau Kanton.

Kanton sendiri paling identik dengan wilayah China bagian selatan, terutama Guangdong, serta Hong Kong dan Macau. Bahasa ini juga digunakan oleh komunitas keturunan Tionghoa di berbagai negara karena sejarah migrasi masyarakat dari wilayah Guangdong.

Baca Juga: Hendery Ungkap Dapat Uang dari Pemerintah Tiap Tahun, Ternyata Ini Program Unik di Macau

Di Hong Kong, Kanton menjadi salah satu bahasa yang paling umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pemerintah Hong Kong juga menyebut Kanton, Inggris, dan Mandarin sebagai bahasa yang paling banyak digunakan dalam kehidupan rumah tangga dan masyarakatnya.

Sementara di Macau, bahasa Cina dan Portugis merupakan bahasa resmi. Namun, Kantor Pariwisata Pemerintah Macau menyebut Kanton sebagai bahasa yang paling banyak digunakan di wilayah tersebut.

Karena itu, penggunaan Kanton oleh Hendery juga terasa cukup personal. Lagu “禮拜四” bukan hanya menjadi eksperimen baru dalam karier solonya, tetapi juga membawa bahasa yang sangat dekat dengan tempat asalnya ke dalam karya musik.

Menariknya, judul lagu “禮拜四” sendiri berarti “Kamis”. Cerita dalam lagu tersebut kemudian menggambarkan perasaan seseorang yang ingin menyatakan cinta tetapi justru menelan kembali kata-kata yang sudah berada di ujung lidah.

Lewat lagu ini, Hendery tidak hanya memperlihatkan sisi musik yang berbeda. Ia juga membawa pendengar untuk mengenal bahasa Kanton yang selama ini mungkin lebih sering didengar melalui film, drama, atau lagu dari Hong Kong.

Bagi yang selama ini mengira Kanton hanyalah Mandarin dengan aksen berbeda, lagu terbaru Hendery bisa menjadi contoh bahwa perbedaannya ternyata jauh lebih menarik dari itu.(Luthfiana Sekar)

Editor : Luthfiana Sekar
Sumber : Berbagai Sumber
Wayv Hendery bahasa Kanton Thursday