Kehadiran Lee Min Ho di ajang prestisius TIFF 2026 menandai babak baru yang signifikan dalam perjalanan karier seni perannya.
Dikenal luas lewat karakter-karakter ikonik dalam drama populer, bintang papan atas Korea Selatan ini kini mengambil langkah berani dengan menyelami drama konspirasi sejarah berbobot berat.
Film bertajuk The Assassin(s) ini membawa penonton kembali ke peristiwa kelam pada 15 Agustus 1974, yakni insiden percobaan pembunuhan terhadap Presiden Korea Selatan kala itu, Park Chung-hee.
Meski sang presiden selamat dalam pidato Hari Pembebasan ke-29 tersebut, penembakan tragis itu merenggut nyawa Ibu Negara Yuk Young-soo dan seorang gadis muda.
Pilihan materi cerita yang sensitif dan sarat muatan kebebasan pers ini menjadi alasan utama film karya sutradara ternama Hur Jin-ho tersebut berhasil mengamankan tempat di kategori bergengsi Gala Presentations TIFF 2026.
Baca Juga: Persaingan Industri Hiburan September 2026: 6 Drakor Baru Unjuk Gigi Lewat Bintang Papan Atas
Dalam karya berdurasi 131 menit ini, Lee Min Ho memerankan karakter seorang jurnalis pemula yang bekerja sama dengan reporter senior (diperankan oleh Park Hae-il).
Keduanya mencium kejanggalan besar dalam proses penyidikan resmi yang dengan cepat menetapkan pria Korea-Jepang, Mun Se-gwang, sebagai pelaku tunggal.
Kecurigaan muncul ketika analisis lapangan menunjukkan adanya enam letusan tembakan yang terdengar di lokasi kejadian, padahal barang bukti senjata api milik tersangka hanya berkapasitas lima peluru.
Bersama seorang inspektur senior tepercaya yang dimainkan oleh aktor kawakan Yoo Hai-jin (bintang film Exhuma), para jurnalis ini nekad membongkar benang kusut konspirasi tersebut.
Baca Juga: Beralih dari Romansa Beracun: 5 Drakor Hadirkan Sosok Pria 'Green Flag' Ideal
Sutradara Hur Jin-ho, yang sebelumnya sukses menggarap A Normal Family (TIFF 2023) menyoroti perjuangan gigih para insan pers yang bertaruh karier hingga keselamatan jiwa demi memperjuangkan kebenaran di tengah pengekangan otoritas.
Guna membedah kedalaman karakter tersebut, panitia TIFF memfasilitasi sesi khusus bertajuk "In Conversation With... Lee Min-ho".
Sesi ini memberikan ruang bagi para kritikus film dan penonton global untuk mendalami latar belakang riset sang aktor dalam menghidupkan sosok wartawan idealis di era represif.
Baca Juga: Keunikan Tari Zapin Melayu: Perpaduan Gerak dan Nilai Budaya
Sorotan terhadap The Assassin(s) makin mengukuhkan dominasi sinema Asia di panggung TIFF 2026. Peluncuran global di Toronto ini diproyeksikan menjadi pijakan awal sebelum film tersebut mendistribusikan penayangannya ke jaringan bioskop internasional dan ajang penghargaan film dunia pada paruh kedua tahun ini. (angelyna fransiska meia)