SOLOBALAPAN.COM — Aktris ternama Bae Suzy membeberkan transformasi metode berakting serta tolok ukur pribadinya dalam memilih proyek layar lebar dan serial televisi terbaru menjelang akhir tahun 2026.
Sejak sukses mencuri perhatian publik lewat film Architecture 101 hingga meraih berbagai penghargaan bergengsi lewat serial Anna dan Doona!, perjalanan karier seni peran Suzy terus menunjukkan kematangan yang signifikan. Bintang kelahiran 1994 ini kini tak lagi memandang sebuah peran hanya berdasarkan tekstur karakter yang tertulis di atas kertas naskah, melainkan dari sudut pandang yang jauh lebih holistik.
Bagi Suzy, penting untuk menggali ekosistem emosional yang melingkupi karakter tersebut, mulai dari lingkungan tumbuh kembang hingga dinamika hubungan dengan tokoh-tokoh pendukung di sekitarnya.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Drama Korea Kriminal Komedi Paling Seru Untuk Mengisi Waktu Luangmu
"Alih-alih hanya melihat karakter itu sendiri, kini saya lebih memikirkan hubungan seperti apa yang dimiliki karakter tersebut dengan orang-orang di sekitarnya serta lingkungan tempat mereka tumbuh," ungkap Suzy dalam wawancara eksklusif bersama majalah ELLE Korea.
Keunikan metode akting Suzy terletak pada keberaniannya mengonstruksi latar belakang cerita mandiri. Ia sering kali merancang latar belakang peristiwa atau trauma masa lalu dari karakter yang dimainkannya, meskipun poin-poin tersebut tidak dicantumkan oleh penulis skenario.
Eksplorasi yang mendalam tersebut kerap meninggalkan jejak emosional yang kuat pada diri Suzy. Ia mengibaratkan hatinya memiliki jajaran ruang khusus untuk menyimpan kenangan tiap karakter yang pernah ia perankan. Kendati menyimpan rasa sayang dan sedikit penyesalan pada tokoh-tokoh masa lalunya, Suzy memilih untuk selalu berdamai dan fokus pada masa kini.
Baca Juga: 9 Drama Korea Terbaru November 2025, dari Romansa hingga Aksi Intens
"Saya selalu beranggapan bahwa ada banyak ruangan di hati saya... Namun, karena saya adalah tipe orang yang menghargai masa kini, saya rasa saya telah menutup semua ruangan itu dengan baik," tambahnya.
Proses pendalaman ini juga membawa Suzy pada penemuan-penemuan baru terkait potensi fisiknya di depan kamera. Ia mengaku sering kali terkejut sekaligus bahagia ketika menemukan sudut ekspresi wajah baru yang belum pernah ia kenali sebelumnya saat sedang berakting.
Ketika disinggung mengenai kriterianya dalam menerima tawaran akting mendatang, aktris yang sempat berperan sebagai pramugari di film Wonderland ini menegaskan bahwa ia sangat mengandalkan intuisi personal. Kunci utamanya adalah rasa tertarik yang kuat pada momentum tersebut tanpa dipengaruhi oleh formula kesuksesan komersial semata.
Pernyataan reflektif ini makin mempertegas kesiapan Suzy dalam menyapa para penikmat film dan drama sepanjang paruh kedua tahun ini. Suzy dijadwalkan kembali tampil di layar lebar lewat film Seven O’Clock Breakfast Club for the Brokenhearted yang diproyeksikan tayang serentak di bioskop pada Desember 2026.
Selain itu, ia juga dipastikan menjadi pemeran utama dalam serial adaptasi misteri-romansa bertajuk Portraits of Delusion yang siap mengudara pada paruh kedua tahun 2026. (angelyna fransiska meia)
Editor : Andi Aris WidiyantoSumber : solobalapan.com