SOLOBALAPAN.COM — Musik Indonesia tak lagi hanya berkutat pada lagu-lagu pop yang mudah ditemukan di berbagai tangga musik. Perkembangan teknologi dan hadirnya beragam platform digital membuat pendengar memiliki ruang yang jauh lebih luas untuk menemukan musik dengan karakter berbeda.
Rock, Jazz, R&B, Hip Hop, Dangdut hingga musik tradisional kini memiliki pendengarnya masing-masing. Kemunculan musisi dengan karakter dan eksplorasi bunyi yang beragam turut memperkaya pilihan masyarakat dalam menikmati musik.
Perubahan itu juga membuka ruang lebih besar bagi musik-musik dari skena independen. Salah satunya Murphy Radio, band Math Rock asal Samarinda yang menawarkan permainan instrumen dengan ketukan dan perubahan tempo yang menjadi ciri khasnya.
Baca Juga: Four Hands, Two Sonatas: Ketika Dua Pianis dari Dunia Berbeda Dipertemukan oleh Musik
Perjalanan Murphy Radio tidak berlangsung singkat. Band tersebut sempat mengalami beberapa kali perubahan formasi sebelum akhirnya merilis album debut Friend Of Mine pada 18 Agustus 2018 melalui kerja sama dengan label musik independen asal Singapura.
Pada tahun yang sama, Murphy Radio mulai memperluas kiprahnya dengan tampil dalam sejumlah festival musik nasional dan internasional. Di Indonesia, mereka tampil di antaranya dalam Synchronize Festival, Archipelago Festival, dan Rock In Celebes.
Baca Juga: Rock in Rio 2026 Digelar September, Festival Musik Brasil Hadirkan Deretan Musisi Dunia
Murphy Radio juga membawa musiknya ke panggung internasional melalui Envol et Macadam Festival di Quebec City, Kanada.
Perjalanan Friend Of Mine berlanjut setahun kemudian. Pada 2019, album debut tersebut dirilis ulang oleh label independen asal Tokyo.
Tak sekadar diterbitkan kembali, rilisan itu hadir dengan dua lagu tambahan. Sampul dan kemasan CD-nya pun dibuat berbeda sehingga memberikan warna baru pada album tersebut.
Baca Juga: Guncang JIS! Launching Persija Jakarta Bakal Dimeriahkan Grup Musik Internasional Far East Movement
Eksplorasi Murphy Radio kemudian tidak berhenti pada musik dan panggung. Pada 21 Maret 2020, bertepatan dengan Hari Sindrom Down Sedunia, mereka merilis dua lagu berjudul Autumn dan Sandy dalam satu video musik.
Kedua lagu tersebut kemudian dihimpun dalam maxi-single Vibrant Colors. Karya itu membawa pesan empati kepada penyandang disabilitas sekaligus menunjukkan bahwa musik dapat menjadi medium untuk menyuarakan isu sosial.
Lagu Autumn bahkan masuk nominasi AMI Awards 2020 untuk kategori Produksi Progresif Terbaik.
Perjalanan Murphy Radio menjadi salah satu gambaran bagaimana skena musik Indonesia terus berkembang. Di tengah dominasi genre populer, musik dengan karakter yang lebih spesifik tetap memiliki ruang untuk tumbuh dan menemukan pendengarnya.
Platform digital membuat batas antara musisi dan pendengar semakin terbuka. Musik yang dahulu sulit ditemukan kini dapat diakses dengan lebih mudah, termasuk karya dari band independen yang menawarkan warna berbeda.
Murphy Radio menjadi salah satu nama yang menunjukkan bahwa keberagaman musik bukan sekadar soal banyaknya genre. Di dalamnya ada keberanian bereksperimen, membangun identitas, dan menghadirkan pengalaman mendengarkan yang berbeda. (Adhima Aulia)
Editor : Kabun Triyatno
Sumber : Berbagai Sumber