SOLOBALAPAN.COM - Film horor Korea-Indonesia Taboo: The Silent Day siap tayang di bioskop Indonesia pada 17 September 2026. Bukan menggunakan rumah kosong atau hutan sebagai latar utama, film ini justru membawa kisah horornya ke Bali dan mengambil momen Hari Raya Nyepi sebagai bagian penting dalam cerita.
Pilihan tersebut menjadi salah satu hal yang membuat Taboo: The Silent Day menarik perhatian. Film garapan sutradara Park Kyung-kun ini mempertemukan gaya horor Korea dengan suasana Bali yang sangat berbeda dari kebanyakan film horor.
Baca Juga: 12 September 1959, Manusia Sengaja Menabrakkan Pesawat ke Bulan. Ternyata Ini Tujuannya
Dalam cerita, penonton akan mengikuti empat wisatawan asal Korea Selatan, yakni Tae-pyong, Bitna, Yunchae, dan Dana. Mereka datang ke Bali bersama pemandu lokal bernama Nova untuk menikmati liburan.
Namun, perjalanan yang awalnya menyenangkan berubah menjadi mimpi buruk setelah terjadi sebuah insiden ketika mereka mengunjungi kawasan suci. Tae-pyong secara tidak sengaja memecahkan sebuah wadah yang berkaitan dengan tempat pemujaan setempat.
Sejak saat itu, kejadian aneh mulai bermunculan. Para wisatawan tersebut kemudian berhadapan dengan teror supranatural yang semakin mengancam keselamatan mereka.
Situasinya menjadi semakin rumit karena kejadian tersebut berlangsung bertepatan dengan Hari Raya Nyepi. Bali yang biasanya dipenuhi aktivitas wisatawan berubah menjadi sangat sunyi.
Baca Juga: “Aku yang Pink, Kamu yang Ungu!” Kenapa Barbie Begitu Melekat dengan Masa Kecil?
Nyepi sendiri merupakan hari penting dalam kalender Saka yang dirayakan umat Hindu di Bali. Selama pelaksanaannya, masyarakat menjalankan Catur Brata Penyepian yang mencakup pembatasan aktivitas seperti bepergian, bekerja, menyalakan api atau cahaya secara berlebihan, serta mencari hiburan.
Kondisi tersebut justru menjadi elemen yang dimanfaatkan film untuk membangun ketegangan. Ketika sebagian besar aktivitas di luar ruangan berhenti dan suasana Bali menjadi senyap, para karakter harus menghadapi ancaman tanpa bisa bergerak sebebas biasanya.
Di sinilah konsep Taboo: The Silent Day terasa berbeda. Keheningan yang dalam dan suasana Bali saat Nyepi dijadikan bagian dari atmosfer horor.
Bukan hanya sosok misterius yang membuat cerita menegangkan, tetapi juga keadaan sekitar yang membuat para karakter semakin sulit mencari pertolongan.
Baca Juga: 12 September 1940, Seekor Anjing Membawa Empat Remaja ke Gua Misterius. Isinya Bikin Geger Dunia
Film ini juga menarik karena menjadi kolaborasi antara pemain Korea Selatan dan Indonesia. Kwon Da-ham, Choi Tae-eun dan Lee Jeong-hoon termasuk nama yang terlibat dalam film tersebut. Dari Indonesia, ada Della Dartyan dan Sujiwo Tejo.
Taboo: The Silent Day sebelumnya telah diperkenalkan melalui festival film internasional. Film tersebut diputar di Bucheon International Fantastic Film Festival 2026 sebelum dijadwalkan hadir di bioskop Indonesia.
Penggunaan Nyepi sebagai latar film horor juga sempat menjadi bahan diskusi. Perhatian publik tidak hanya tertuju pada unsur seramnya, tetapi juga pada bagaimana sebuah tradisi yang memiliki makna spiritual dan sakral bagi masyarakat Bali diterjemahkan ke dalam cerita fiksi.
Hal tersebut membuat Taboo: The Silent Day memiliki daya tarik tersendiri. Film ini tidak hanya menawarkan pertanyaan tentang siapa atau apa yang meneror para wisatawan, tetapi juga memperlihatkan bagaimana suasana Nyepi yang identik dengan keheningan dapat diubah menjadi sumber ketegangan dalam sebuah film horor.
Bagi penonton Indonesia yang sudah akrab dengan suasana Bali dan tradisi Nyepi, konsep tersebut tentu terasa lebih dekat. Apalagi, film ini menggunakan Bali sebagai lokasi cerita sekaligus mempertemukan aktor Korea dengan sejumlah aktor Indonesia.
Dengan durasi sekitar 71 menit, Taboo: The Silent Day dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 17 September 2026. Film ini bisa menjadi pilihan bagi penonton yang ingin melihat bagaimana horor Korea dipadukan dengan latar budaya Bali. (Luthfiana Sekar)
Editor : Luthfiana SekarSumber : Berbagai Sumber